Dosen UMI Wajib Hafal Al Quran

BERITA MAKASSAR. Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar terus melakukan terobosan dalam pengembangan pendidikan. Kali ini, lembaga pendidikan dan dakwah ini kembali melakukan kerjasama dengan Akademi Al Haramain University Saudi Arabia. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan pendidikan bahasa arab.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Yayasan  Wakaf UMI, Muh Mokhtar Noer Jaya saat menerima kunjungan Direktur Akademi Al Haramain University Saudi Arabia, Syekh Shaleh Habadiy di kampusnya, Selasa (14/4/2015). Menurutnya, saat ini pihaknya telah memgembangkan bahasa arab, khususnya di Pesantren Darul Mukhlishin Padanglampe dan Desa Binaan.


“Kami menyambut baik kedatangan Syekh Shaleh dan siap bekerjasama dalam pengembangan bahasa arab serta mendalami ilmu soal keislaman. Hal tersebut dikemas dalam bentuk program one day one ayat dan one month one juz bagi dosen, karyawan dan mahasiswa UMI,” jelasnya.

Mahasiwa yang hafal 20 hingga 30 Juz, kata Mokhtar Noer Jaya, akan diberi hadiah umrah gratis. “Kami terus melakukan kerjasama dengan pihak lain, termasuk rencana pimpinan UMI ke Fukuoka Jepang dalam waktu dekat ini,”paparnya. Sementara itu, Syekh Shaleh mengatakan, kedatangannya ke Makassar untuk mengunjungi UMI dan melihat apa yang terjadi di lembaga Islam ini. Menurutnya, Arab Saudi sangat mementingkan pembelajaran Bahasa Arab di lembaga Islam, sehingga bisa berkembang dengan baik.

Kata dia, Akademi Al Haramain University juga menampung banyak mahasiswa dari dalam dan luar negeri yang ingin  belajar mengenai bahasa arab.  Hal tersebut dilakukan agar generasi umat Islam dapat memiliki keyakinan yang kuat terhadap agamanya dengan baik.

Menurutnya, hubungan antara Pemerintah Arab Saudi di bawah Raja Salman dan Pemerintah Indonesia berlangsung baik, termasuk di UMI. “Saya sangat gembira dengan simbol keislaman di UMI, jika ada yang berprestasi tentang bahasa arab akan diberi peluang belajar di Arab Saudi maupun di Mesir,”ujarnya. (rt)

000

Comment