Legislator Nilai PU dan SDA Lambat Bekerja

oleh
ist

BERITA BONE – Meski rencana perbaikan infrastruktur jalesan di Desa Pasempe, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone sudah dianggarkan melalui APBD Pokok 2015, namun hingga jelang APBD perubahan dipertengahan tahun masih belum dikerja. Padahal kondisi jalan yang rusak parah dengan banyaknya tanjakan serta jurang disisinya sangat rentan dengan kecelakaan.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bone, Andi Samsidar Ishak setelah mendengar langsung keluhan dari warga setempat saat meninjau kondisi jalan tersebut, Jumat (29/05/2015)

‎”Jika mengacu APBD 2015, seharusnya proyeknya ini sudah jalan, apalagi seingat saya pengerjaan jalan ini rencananya dilakukan secara bertahap, untuk saat ini ditargetkan hanya satu kilometer dulu, sementara kondisi yang rusak parah masih beberapa kilometer lagi, jika tahap pertama sudah lambat, bagaimana bisa dianggarkan lanjutannya nanti, ” tutur Samsidar sambil menunjuk lubang jalan yang nampak parah.

Legislator dari Partai Gerindra ini justru heran mendengar penuturan warga yang ditemui dilokasi, mereka mengaku mendapat informasi dari Dinas PU dan SDA Bone jika panjang jalan yang akan dikerjakan hanya 750 meter, padahal anggaran Rp 1 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 1 kilometer.

“Kenapa cuma 750 meter, anggarannya kan untuk satu kilometer, kadis PU harus memberi penjelasan untuk ini” lanjut Samsidar.

Samsidar juga menilai kinerja Kadis PU dan SDA Bone terlalu lambat hingga perbaikan jalan tak kunjung dimulai, baru masuk tahap pengukuran, padahal rencana proyek jalan ini bisa segera selesai agar dianggarkan lagi nantinya.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU dan SDA Bone, Jibang saat dikonfirmasi mengakui jika proyek pembangunan jalan tersebut belum bisa dilaksanakan sampai saat ini, lantaran masih dalam proses lelang‎, namun ia optimis dalam waktu dekat bisa dimulai. Legislator Nilai PU dan SDA Lambat Bekerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *