Alumni UNM Jangan Memburu Guru dan PNS

MAKASSAR. Para alumni yang dihasilkan kampus, jangan terlalu memburu dan berfokus untuk menjadi guru atau PNS. Tetapi yang perlu ditanamkan kepada para sarjana baru itu, adalah semangat wirausaha untuk menjadi seorang entrepreneur. Demikian ditegaskan Ketua I Satuan Pengawas Internal Universitas Negeri Makassar (SPI-UNM), A. Muhammad Idkhan, ST, MT, di Makassar, Senin 25 Mei 2015.

Dijelaskan, peluang menjadi seorang guru atau birokrat relatif terbatas, sehingga para alumni sejak dari proses pembelajaran di kampus, sebaiknya diajarkan materi kewirusahaan. “Agar setelah menyelesaikan studi para alumni itu betul-betul menjadi interpreneur yang tangguh dan berdaya saing,” ungkap Pembantu Dekan III Fakultas Tehnik UNM 2008-2012 ini.


Mengajarkan nilai dan semangat kewirausahaan sejak dini kepada mahasiswa tentu akan menambah dan memperluas wawasan dan pilihan-pilihan profesi kehidupannya di masa mendatang, termasuk tentu berhasrat dan bermimpi untuk menjadi pelaku bisnis dan ekonomi yang ulet dan sukses.

Selain pengajaran kewirausahaan, mahasiswa juga pelu lebih intensif diberikan materi pengajaran pendidikan karakter. “Materi tersebut diharap mampu meminimalisasi aktifitas dan gerakan mahasiswa yang merugikan diri dan almamaternya,” tandas magister tehnik mesin PPs-UNHAS 2004 ini.

Idkhan pada awal Juni 2015 akan ujian promosi doktor di PPs-UNM. Sarjana tehnik mesin 1994 ini, sejak 1994 direkrut jadi dosen di UNM. Ketua Prodi Tehnik Mesin UNM 2005-2007.Ketua Pelaksana Hibah LPTK UNM 2005-2006. Ketua Penyunting Jurnal Teknologi UNM. Anak dari, Drs.H.Andi Marzuki Amal dan ibu, Hj.ST Fauziah. Suami dari Ir.Sarwty Sahabuddin, M.Pd serta ayah dari Andi Rifqiawanto, Andi Anggun Dwi Utari serta Andi Rachmat Marzuki. (tr)

Comment