oleh

Andi Maddusila – Amir Uskara “Perang” Pencitraan di Pilkada Gowa

-News, Politik-378 views
ilustrasi
ilustrasi

MAKASSAR, berita-sulsel.com – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Gowa semakin dinamis. Pergerakan dukungan dari masyarakat sebagai pemilih tidak menentu, hal ini membuat beberapa balon bupati harus bekerja keras untuk mendapatkan dukungan dan simpati masyarakat.

Hal tersebut terlihat dari dua balon bupati yakni Amir uskara yang selama ini memiliki elektabilitas tertinggi harus tergeser oleh pesaingnya, Andi Maddusila.

Direktur Lembaga Riset Indonesia (LERI), Sudirman HS mengatakan, dari survei yang dilakukan pihaknya baru-baru ini menempatkan Andi Maddusila unggul dengan elektabilitas 18,2 persen, disusul Yusuf Sommeng 14,3 persen, Tenri Olle 12,4 persen, Amir Uskara 12,2 persen, Adnan Purichita 10,3 persen, Bahar Ngitung 4,6 persen, Syahrir Sarifuddin Dg djarung 2,6 persen, Hairil Muin 1,9 persen, Abd Rauf Kr Kio 1,7 persen, Andi Darmawangsyah Muin 2,4 persen, Rahmansyah 1,3 persen, Andi Kumala 1,0 persen, Hasan Hasyim 1,0 persen, Ola Hikma 0,72 persen, Wahyu Permana Kaharuddin 0,56 persen.

“Sedang pemilih yang tidak memberikan jawaban terkait pilihan mereka mencapai 14,82 persen,” ujarnya kepada wartawan di Makassar, Kamis (11/6/2015).

Menurutnya, Andi Maddusila selama ini cenderung tak dihitung kehadirannya sehingga memotivasi timnya bekerja keras dan membuat elektabilitasnya naik begitu besar. “Selain Andi Maddusila, balon bupati Gowa lainnya yakni Yusuf Sommeng juga mengalami hal yang sama. Tren elektabilitasnya juga terus melonjak naik. Tapi, hal yang cukup mengejutkan munculnya nama Bahar Ngitung yang trennya juga cukup menggembirakan,”paparnya.

Survei LERI dilaksanakan sejak 25 Mei hingga 9 Juni 2015, polanya menggunakan sampel sebanyak 664 orang yang tersebar diseluruh kecamatan se Kabupaten Gowa. Hal ini dilakukan dengan cara wawancara tatap muka menggunakan kosuener menggunakan metode multistage random sampling. “Tingkat kepercayaan survei LERI ini mencapai 95 persen dan margin error 4 persen,” tutupnya. (ft)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed