oleh

Wakil Jadi Penentu Kemenangan di Pilkada

-News, Politik-937 views
Wakil Menjadi Penentu Kemenangan di Pilkada
ilustrasi

MAKASSAR, berita-sulsel.com – Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2015 yang dilakukan secara serentak di Indonesia, termasuk di Sulsel dengan 11 kabupaten masih disibukkan dengan siapa calon bupati. Mereka belum masuk siapa yang akan menjadi wakilnya, semua figur masih sibuk memburu kendaraan politik.

Padahal, sosok wakil merupakan figur tak kalah penting dalam meningkatan elektabilitas, popularitas. Hal ini mampu mempengaruhi kemenangan. Kelebihan figur wakil bisa menutupi kelemahan cabup yang akan diusung, bahkan menjadi penentu kemenangan.

Hal ini disampaikan pemerhati politik dan ekonomi Sulsel, Ir Abdul Haris SE MSi kepada wartawan di Makassar, Minggu (14/06/2015). Menurutnya, Pilkada di 11 daerah di Sulsbenel masih cukup lama, yakni 6 bulan. Waktu tersebut harus digunakan semua figur yang ingin bertarung. Untuk itu, setiap calon bupati harus bisa menentukan siapakah pasangan cawabup-nya dengan baik.

“Salah memilih pasangan bisa menjadi bencana bagi calon bupati. Hal ini juga berlaku bagi calon wakil, mereka harus jeli untuk menerima tawaran sebagai wakil,” ujarnya.

Menurutnya, cabup diharapkan mawas diri dan selektif dalam menentukan pasangan cawabup. Salah memilih akan menyesal lima tahun, karena harapan kemenangan di depan mata hilang dari pandangan. Realitas politik ini harus disadari semua kandidat bacabup, untuk memilih pasangan yang bisa diterima masyarakat.

Saat ini beberapa figur calon bupati yang sangat potensial untuk menang cukup banyak, baik politisi seperti Andi Maddusila di Gowa, Syamsuddin Hamid di Pangkep, Basli Ali dan Ince Langke di Selayar. Sedang dari birokrat, ada Lutfi Halide yang bertarung di Pilkada Soppeng, Yusuf Sommeng di Gowa, Masykur A Sultan di Bulukumba.

“Kemungkinan nama tersebut masih bisa berubah dan bertambah. Hal ini ditentukan peluang dan ruang koalisi yang dibangun. Apakah akan melebar atau menyempit. Sementara untuk independen ruang politik masih sangat terbuka lebar, namun peminatnya sangat minim. mereka harus memenuhi persyaratan administrasi dan lolos verifikasi faktual,” paparnya.

Menurutnya, Cawabup yang mempunyai peluang maju adalah dari kalangan birokrat. Mesin jaringan pemerintahan dan pengalaman selama menjadi pejabat. Menjadi modal utama dalam penggalangan suara. Kekuatan birokrasi dinilai mampu menembus seluruh desa-desa dan kecamatan. Ini menandakan bahwa, cawabup dari pemerintahan memiliki basis sosial dalam melengkapi kemenangan.

“Jika kita membedah kekuatan cawabup di masyarakat, tentunya kita perlu membedah mulai dari latar belakang, track record dan basis sosialnya. Jika cabupnya salah dalam memilih pasangan cawabupnya. Maka akan berdampak pada peluang dan probabilitas kemenangan. Cawabup yang dipilih jangan sampai melemahkan, tetapi harus bisa menguatkan cabupnya,” ujarnya.

Sebelumnya, lembaga Opini Politik Indonesia (OPI) merilis, masyarakat Gowa cenderung mendukung pasangan birokrat-politisi di Pilkada Gowa. Dalam survei simulasi pasangan berdasarkan profesi itu, paket calon birokrat-politisi diklaim paling banyak disenangi. Sebanyak 25,1 persen masyarakat Gowa disebut mendambakan paket demikian.

Paket pilihan dambaan masyarakat kedua adalah duet birokrat-pengusaha (18,2 persen), disusul paket birokrat-akademisi (13,4 persen). Sedangkan, paket politisi-pengusaha hanya didambakan 11,6 persenmasyarakat Gowa. Begitupun dengan paket politisi-akademisi yang hanya didambakan 7,2 persen warga.

OPI menemukan, hanya 24,5 persen masyarakat Gowa yang belum menentukan paket pilihan dambaan mereka. “Masyarakat Gowa cenderung menyukai sosok calon bupati yang karir dan pengalamannya mirip Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo,” kata Direktur OPI, Tajuddin Aziz.

SYL sendiri memang merupakan tokoh panutan di Gowa. Kakak kandung dari Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo ini mengawali karirnya sebagai birokrat, tepatnya sebagai lurah di Kabupaten Gowa. Beberapa birokrat diketahui tertarik mengadu untung di Pilkada yang tak lagi diikuti calon incumbent itu. Mereka adalah Yusuf Sommeng, Abd Rauf kr Kio, Hairil Muin, Hasan Hasyim, dan Andi Kumala A Idjo.

“Yang dianggap paling mendekati SYL dari segi pengalaman adalah Yusuf Sommeng yang saat ini menjabat Kepala Inspektorat Provinsi Sulsel,” tutur Tajuddid.

Survei OPI digelar awal pertengahan April kemarin dengan jumlah sampel 440 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan survei ini diklaim mencapai 95 persen dengan margin of error 5 persen.

Sementara itu, Direktur Riset dan Strategi Indeks Politica Indonesia (IPI) Jumardi MD mengatakan, pemilihan Kepala DaerahKabupaten Gowa yang dilaksanakan akhir tahun ini dipastikan berjalan dinamis. Semua figur yang berebut ingin menggantikan Ichsan Yasin Limpo (IYL) memiliki jaringan dan loyalis tersendiri.

Tapi, paket atau pasangan birokrat – politisi dianggap paling ideal. Sehingga, nama seperti Yusuf Sommeng dan Darmawangsyah Muin dianggap paling ideal, bahkan memiliki peluang paling besar untuk memenangkan pertarungan di Pilkada Gowa.

Menurutnya, Partai Gerindra berpotensi memenangkan Pilkada Gowa. Hal tersebut dibisa diraihnya jika mengusung duet birokrat senior seperti Yusuf Sommeng untuk berpaket dengan kadernya yakni Darmawangsya Muin.

Menurut Jumardi, gambaran data yang dimiliki IPI dari survei yang pernah dilakukannya, elektabilitas Yusuf Sommeng sebagai balon bupati Kabupaten Gowa tersebut terus meningkat secara alami, bahkan berada didua besar. Sedang Darmawangsya Muin berada diurutan ke enam.

“Jika Gerindra menyatukan Yusuf Sommeng dan Darmawangsyah Muin, maja potensi untuk memenangkan Pilkada Gowa cukup besar. Sebab, kedua figur ini memiliki apsetabilitas yang cukup kuat,” ujarnya.

Data penunjang lain berdasarkan survei IPI, kata Jumardi, keinginan masyarakat Gowa terhadap terciptanya paket birokrat – politisi sangat besar. Maka paket Yusuf Sommeng sebagai birokrat senior yang kaya pengalaman pemerintahan, sedang Darmawangsyah Muin adalah politisi muda yang lagi populer saat ini. (ft)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed