Imunisasi Anak, Bisa Cegah Penyakit Menular

Imunisasi Anak, Bisa Cegah Penyakit Menular

Imunisasi Anak, Bisa Cegah Penyakit Menular

Imunisasi Anak, Bisa Cegah Penyakit Menular
Imunisasi Anak, Bisa Cegah Penyakit Menular

berita-sulsel.com – MEMPROMOSIKAN pentingnya imunisasi adalah tugas bersama yang harus terus digiatkan. Merebaknya kembali wabah difteri di Kota Padang, Sumatera Barat, awal 2015 ini menjadi pelajaran bagi setiap masyarakat agar tidak menyepelekan pemberian imunisasi, khususnya pada anak.

“Kekebalan tubuh saja tidak cukup untuk menangkal berbagai jenis penyakit menular berbahaya. Untuk mendapat kekebalan tubuh terhadap infeksi, tubuh kita perlu mengenal mikroorganisme melalui vaksinasi,” kata dr Piprim Basarah Yandarso, SpA(K), dalam Kampanye Smart Parents 2015 bersama GSK, di Jakarta, Selasa (16/6/2015).


Menurut penelitian, sudah terbukti jika banyak penyakit yang bisa dicegah dengan pemberian vaksinasi atau imunisasi yang tepat di waktu yang tepat pula. Bahkan argumen vaksin adalah haram telah dibantah melalui kajian istihalah dan istihlak, yang membuktikan bahwa vaksin halal secara hukum agama.

“Vaksin penting untuk menghentikan penyakit berbahaya. Walaupun, di Indonesia, baru enam vaksin yang disubsidi dari 14 vaksin penyakit menular, yaitu vaksin BCG untuk cegah TBC, DPT (Difteri Pertusis Tetanus), HB, Campak, Polio, Hepatitis B,” jelas penasihat Perhimpunana Profesi Kesehatan muslim Indonesia (PROKAMI).

Sementara itu, vaksin penyakit lain yang sudah bisa didapatkan seperti vaksin cacar (varicella virus); MMR yang menyebabkan gondongan; Humanpapilloma Virus (HPV), Tifoid, Hepatitis A, Pneumokokus (PCV) yang sebabkan radang paru, otak, dan sekresi cairan telinga berlebihan, Rotavirus yang sebabkan diare, dan vaksin virus influenza.

“Sebagian besar vaksin lain perlu sepanjang usia. Imunisasi untuk anak harus dipahami orang tua, tidak hanya jenis dan kegunaan tetapi juga jadwal vaksinasi yang tepat. Ini penting karena vaksinasi sebaiknya diberikan sesuai jadwal untuk mendapatkan imunitas yang optimal,” tambah Sekretaris Ikatan Dokter Anak Indonesia ini. (*)

Sumber : http://goo.gl/q04EUr


Comment