Inflasi dan Harga Sembako Sulsel Masih Rendah

[caption id="attachment_1529" align="alignleft" width="368"]Inflasi dan Harga Sembako Sulsel Masih Rendah Inflasi dan Harga Sembako Sulsel Masih Rendah[/caption]MAKASSAR, berita-sulsel.com - Inflasi dan Harga Kebutuhan Pokok di Pasaran Sulsel, masih dibawah dari Provinsi lainnya di Indonesia.Hal ini tergambar dalam Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulsel, dan Kabupatan Kota se-Sulsel, yang dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang dan Ketua DPRD Sulsel, HM. Roem, di Baruga Sangiaseri, Selasa (16/06/2015)Rapat ini, guna mengantisipasi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok masyarakat menghadapi puasa dan idu fitri, yang dihadiri seluruh Kepala Daerah Sulsel / serta distributor dan instansi terkait lainnya, Selasa (16, Juni 2015 )Pada rapat tersebut, beberapa kepala daerah mengeluhkan kurangnya koordinasi antar instansi dan lembaga, yang membuat beberapa harga komuniti dipasaran mengalami kenaikan meski dalam laporannya, stoknya sangat banyak.Bupati gowa, H. Ichsan Yasin Limpo mengatakan, upaya pengendalian inflasi dan harga kebutuhan pokok harus dilakukan secara terarah dan berkesinambungan, karena sifatnya tidak tetap dan terus berubah.Langkah yang bisa dilakukan, diantaranya dengan melakukan pasar murah di beberapa titik dengan pengawasan yang lebih ketat, karena terkadang yang membeli justru agen dan distibutor yang kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih mahal.“Pemerintah juga bisa memanfaatkan dana taktis yang dimiliki, dengan mendorongnya lebih maksimal, sehingga menjadi stimulan yang mampu menekan inflasi dan harga dipasaran,”ungkapnya.Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menambahkan, secara umum inflasi di Sulsel, yang salah satunya disebabkan oleh kenaikan harga beberapa jenis komuniti masih yang terendah, dibanding provinsi lainnya di Indonesia.Pemerintah Provinsi Sulsel bersama seluruh Pemerintah Kabupatan dan Kota se-Sulsel, menjamin 9 bahan pokok dan 22 variabel lainnya dalam kendali, bahkan stoknya sangat banyak dan siap disuplai.“Berbagai langkah pengendalian juga akan dilakukan, diantaranya membangun desk untuk melakukan pemantauan secara berkala dan berkesinambungan, distribusi barang dari hulu hingga hilir dipercepat,,”jelas Syahrul.“Pemprov Sulsel berkomitmen, masyarakat dalam menghadapi dan menjalani ibadah puasa dan lebaran nantinya berjalan lancer tanpa terbebani dengan kenaikan harga sembako,”pungkasnya. (ris)

Inflasi dan Harga Sembako Sulsel Masih Rendah
Inflasi dan Harga Sembako Sulsel Masih Rendah

MAKASSAR, berita-sulsel.com – Inflasi dan Harga Kebutuhan Pokok di Pasaran Sulsel, masih dibawah dari Provinsi lainnya di Indonesia.

Hal ini tergambar dalam Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulsel, dan Kabupatan Kota se-Sulsel, yang dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang dan Ketua DPRD Sulsel, HM. Roem, di Baruga Sangiaseri, Selasa (16/06/2015)


Rapat ini, guna mengantisipasi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok masyarakat menghadapi puasa dan idu fitri, yang dihadiri seluruh Kepala Daerah Sulsel / serta distributor dan instansi terkait lainnya, Selasa (16, Juni 2015 )

Pada rapat tersebut, beberapa kepala daerah mengeluhkan kurangnya koordinasi antar instansi dan lembaga, yang membuat beberapa harga komuniti dipasaran mengalami kenaikan meski dalam laporannya, stoknya sangat banyak.

Bupati gowa, H. Ichsan Yasin Limpo mengatakan, upaya pengendalian inflasi dan harga kebutuhan pokok harus dilakukan secara terarah dan berkesinambungan, karena sifatnya tidak tetap dan terus berubah.

Langkah yang bisa dilakukan, diantaranya dengan melakukan pasar murah di beberapa titik dengan pengawasan yang lebih ketat, karena terkadang yang membeli justru agen dan distibutor yang kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih mahal.

“Pemerintah juga bisa memanfaatkan dana taktis yang dimiliki, dengan mendorongnya lebih maksimal, sehingga menjadi stimulan yang mampu menekan inflasi dan harga dipasaran,”ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menambahkan, secara umum inflasi di Sulsel, yang salah satunya disebabkan oleh kenaikan harga beberapa jenis komuniti masih yang terendah, dibanding provinsi lainnya di Indonesia.

Pemerintah Provinsi Sulsel bersama seluruh Pemerintah Kabupatan dan Kota se-Sulsel, menjamin 9 bahan pokok dan 22 variabel lainnya dalam kendali, bahkan stoknya sangat banyak dan siap disuplai.

“Berbagai langkah pengendalian juga akan dilakukan, diantaranya membangun desk untuk melakukan pemantauan secara berkala dan berkesinambungan, distribusi barang dari hulu hingga hilir dipercepat,,”jelas Syahrul.

“Pemprov Sulsel berkomitmen, masyarakat dalam menghadapi dan menjalani ibadah puasa dan lebaran nantinya berjalan lancer tanpa terbebani dengan kenaikan harga sembako,”pungkasnya. (ris)

Comment