Gugatan Dinasti Ditolak, Yusuf Sommeng Kendarai Golkar

Uji Publik Balon Bupati Bukan Jaminan

Uji Publik Balon Bupati Bukan Jaminan

Gugatan Dinasti Ditolak, Yusuf Sommeng Berpeluang Kendarai Golkar
Gugatan Dinasti Ditolak, Yusuf Sommeng Berpeluang Kendarai Golkar

MAKASSAR, berita-sulsel.com – Hasil gugatan pasal dinasti politik dalam undang-undang pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai akan menentukan siapa yang diusung Partai Golkar di Pilkada Gowa tahun ini.

Pengamat politik Universitas Bosowa 45, Arief Wicaksono jika gugatan pasal dinasti diterima MK, maka hampir dipastikan Partai Golkar akan mengusung Tenri Olle Yasin Limpo. “Kami yakin klan YL telah menyiapkan Tenri sebagai calon bupati Kabupaten Gowa,” jelasnya Sabtu (27/6/2015).


Kata Arief, peluang Yusuf Sommeng mengendarai Partai Golkar akan terbuka lebar jika judical review pasal dinasti petahana ditolak MK. Untuk itu, secara otomatis Tenri Olle yang merupakan saudara kandung petahana dan Adnan yang juga anak kandung bupati akan tersingkir di Partai Golkar. Yusuf Sommeng tinggal bersaing dengan Bahar Ngitung memperebutkan dukungan beringin.

“Jika melihat hasil survei beberapa lembaga menempatkan Yusuf Sommeng unggul dari segi elektabilitas dengan Bahar Ngitung. Seperti diketahui, Golkar akan mengusung calon yang memiliki peluang menang besar,” jelasnya.

Kata Arief, dukungan Partai Golkar di Kabupaten Gowa ditentukan dari Klan Yasin Limpo. “Siapa yang mendapatkan restu dari Syahrul, maka dia yang akan dapatkan dukungan Golkar,” jelas Arief.

Hal senada disampaikan, pengamat politik Unismuh Maksssar, Arqam Azikin. “Pekan depan MK akan umumkan hasilnya, jika gugatan pasal yang melarang keluarga petahana maju diterima, maka Golkar akan mengusung Tenri Olle Yasin Limpo. Semenetara Adnan kami prediksi tetap maju di jalur independen,” jelasnya.

Jika Tenri maju, Arqam memprediksi, hanya ada calon yang akan bersaing ketat. “Yang akan menjadi lawan kuat Tenri sepertinya hanya Amir Uskara, Yusuf Sommeng dan Darmawangsah Muin,” jelansya.

Sementara Andi Maddusila, kata Arqam, terancam tidak bisa maju dikarenakan saat ini Amir Uskara gencar melakukan pendekatan dengan Partai Demokrat melalui, Ilham Arief Sirajuddin. “Maddusila bisa saja kecelakaan. Karena dia harus bersaing dengan Amir Uskara untuk mengendarai Partai Demokrat,” jelasnya.

Menurutnya, jika gugatan pasal dinasti ditolak MK, maka hanya akan ada tiga calon yang bersaing dengan di Pilkada Gowa. Yakni, Amir Uskara, Yusuf Sommeng dan Darmawangsah Muin. “Yusuf Sommeng sebagai orang dekat Syahrul berpeluang mendapatkan dukungan Partai Golkar,” jelasnya.

Seperti diketahui, saat ini hanya empat kandidat, yakni Tenri Olle Yasin Limpo, Adnan Purichta Ichsan, Bahar Ngitung, dan Yusuf Sommeng yang akan memperebutkan dukungan Partai Golkar. Keempatnya telah mengikuti wawancara dengan tim 9 Golkar Sulsel, Rabu (24/6/2015).

Partai Golkar memiliki 9 kursi di Kabupaten Gowa. Ini berarti bisa mengusung calon tanpa berkoalisi dengan partai lain. Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan, Tenri Olle Yasin Limpo optimis bisa maju di Pilkada. Ia yakin MK akan mengabulkan judical review pembatalan pasal dinasti politik.

Sementara itu, Direktur IPI, Suwadi Idris Amir menyampaikan, berdasarkan data survei terakhirnya pihaknya menujukkan lima besar calon di Pilkada Gowa yakni, Amir Uskara, Andi Maddusila, Tenri Olle Yasin Limpo, Yusuf Sommeng dan Darmawangsah Muin.

Namun, Kata Suwadi, konstalasi kekuatan akan mengalami perubahan besar jika gugatan dinasti politik ditolak MK. “Jika kondisi ini terjadi maka siapa calon yang mendapatkan restu Syahrul Yasin Limpo maka dia akan memiliki potensi menang besar,” jelasnya.

Kata dia, Syahrul bisa menjadi penentu pemenang Pilkada Gowa. Sebab, hingga saat ini beberapa partai besar masih menunda keputusannya di Kabupaten Gowa karena menunggu keputusan MK. “Jadi jika perwakilan klan YL tidak bisa maju, maka pihaknya akan mengusung calon alternatif untuk menjaga kekuasaannya,” jelasnya. (ft)

Comment