Sulsel Ekspor Besar-besaran ke 22 Negara

[caption id="attachment_2501" align="alignleft" width="397"]Agus Arifin Nu'mang membuka rapat persiapan eksportir di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, (30/6/2015). Agus Arifin Nu'mang membuka rapat persiapan eksportir di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, (30/6/2015).[/caption]MAKASSAR, berita-sulsel.com - Keseriusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan ekspor tiga kali lipat pada tanggal 3 Agustus mendatang semakin terlihat jelas. Berbagai persiapan ekspor komoditi sampai perusahaan yang terlibat ekspor sudah dikoordinasikan.Pemprov Sulsel melibatkan tujuh sektor direktori pengekspor dengan komoditi yang siap diekspor mencapai 30 variabel. Selain itu, 105 perusahaan sudah menyatakan kesiapannya terlibat dalam pelepasan ekspor pada Agustus mendatang. Komoditi paling dominan yang diekspor adalah pada sektor perikanan yakni ikan dan rumput laut. Selanjutnya pada sektor perkebunan diantaranya jagung, kakao, biji kopi dan cengkeh.Wakil Gubernur Sulsel yang juga selaku ketua desk gerakan peningkatan ekspor tiga kali lipat, Ir. H. Agus Arifin Nu'mang, M.S merasa bangga dengan banyaknya perusahaan yang terlibat dalam ekspor besar besaran tersebut. Dia mengatakan, variabel komoditi yang siap diekpor sudah melebihi target Pemprov Sulsel yang hanya menargetkan 20 variabel saja.Agus mengatakan, Pemprov akan semakin menggenjot segala persiapan ekspor, mengingat waktu yang semakin mendekati hari H.Agus mengimbau agar segalanya sudah dipersiapkan termasuk kapal/angkutan, komoditi, negara tujuan, volume komoditi. Sebab, semua hal itu adalah inti dari star pertama ekspor besar besaran Sulsel agar target 300 kontainer ekpspor dapat terpenuhi. Agus mengingatkan agar ketahanan ekspor harus dapat dipertahankan menjelang masuknya pasar Ekonomi Asean (MEA)."Jangan sampai infarstrukturnya siap tetapi bahan bakunya tidak. Kita juga berharap kadin dan para pengusaha mengkoordinasikan hal tersebut, hingga tahun 2018 kita bisa capai ekspor tiga kali lipat," ujar Agus usai membuka rapat persiapan eksportir di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, (30/6/2015).Sementara, Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwander Indonesia, Syaifuddin Saharudi sudah menyatakan dukungan untuk menyediakan armada logistik. Dia mengatakan langkah Pemprov Sulsel untuk melakukan ekspor tiga kali lipat perlu mendapat dukungan penuh. Sebab, apabila Sulsel sudah dapat menjadi pelaku ekspor sendiri ke luar neger, maka pendapatan akan semakin meningkat serta biaya ekspor akan semakin murah.Selama ini ekspor Sulsel dilakukan di Surabaya atau di Jakarta, sehingga bahan komoditi asal Sulsel masih menggunakan atas nama daerah Surabaya atau Jakarta.Saat ini sebanyak 1500 unit bus yang siap mengangkut komoditi ekspor Sulsel mulai tempat asal komoditi hingga ke tempat tujuan. "Jadi kami siap bekerja sampai 2 rase pengangkutan perhari, jadi bisa sampai 3.000 unit, dimana satu unit bertonase 24 ton," ujarnya.Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sulsel, Hadi Basalamah mengatakan rapat persiapan yang digelar hari ini berkonsentrasi pada pembahasan akselerasi dan perencanaan langkah konkkrit terkait desk pencanangan tiga kali lipat yang dibahas bersama SKPD, stakeholder dan para perusahaan yang terlibat dalam eksportir."Jadi SKPD itu akan di pertemukan dengan pihak ekportir untuk melakukan penyesuaian, misalnya di  SKPD perkebunan dengan pengekspor hasil perkebunan agar terjadi kesepahaman sebelum melalukan ekspor," terang Hadi.Terpisah, Kepala Cabang PT Surya Gita Nusa Raya S.N Kargo Makassar, Ibu Dia Aksa mengatakan dalam melakukan ekspor Pemerintah juga perlu melirik jalur udara. Sebab, ekspor lewat jalur udara juga sangat memungkinkan untuk dilakukan mengingat pengiriman komoditi dapat dilakukan dengan cepat."Di Bandara memang kargo kita yang paling besar, dan hampir semua komoditi kita handel setiap hari contohnya kayak buah markisa yang ekspornya ke Singapura, ada juga kulit ular juga ke Singapura. Cuman beberapa ekspor ini tidak datanya tidak masuk ke perdagangan, karea tidak menggunakan COO (certifikat of origin), yang menunjukkan asal wilayah," ujarnya.Dia mengatakan, selama ini perusahaannya telah melakukan ekspor komoditi seperti jenis ikan dan buaha buahaan ke berbagai negara seperti Jeddah dan Singapura. Pihaknya dapat mengekspor sampai tiga kali dalam satu minggu dengan satu kali ekspor mencapai lima ton dan pada saat bulan puasa bisa mencapai dua ton, karena nelayan juga jarang melaut. (ris)

Agus Arifin Nu'mang membuka rapat persiapan eksportir di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, (30/6/2015).
Agus Arifin Nu’mang membuka rapat persiapan eksportir di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, (30/6/2015).

MAKASSAR, berita-sulsel.com – Keseriusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan ekspor tiga kali lipat pada tanggal 3 Agustus mendatang semakin terlihat jelas. Berbagai persiapan ekspor komoditi sampai perusahaan yang terlibat ekspor sudah dikoordinasikan.

Pemprov Sulsel melibatkan tujuh sektor direktori pengekspor dengan komoditi yang siap diekspor mencapai 30 variabel. Selain itu, 105 perusahaan sudah menyatakan kesiapannya terlibat dalam pelepasan ekspor pada Agustus mendatang. Komoditi paling dominan yang diekspor adalah pada sektor perikanan yakni ikan dan rumput laut. Selanjutnya pada sektor perkebunan diantaranya jagung, kakao, biji kopi dan cengkeh.


Wakil Gubernur Sulsel yang juga selaku ketua desk gerakan peningkatan ekspor tiga kali lipat, Ir. H. Agus Arifin Nu’mang, M.S merasa bangga dengan banyaknya perusahaan yang terlibat dalam ekspor besar besaran tersebut. Dia mengatakan, variabel komoditi yang siap diekpor sudah melebihi target Pemprov Sulsel yang hanya menargetkan 20 variabel saja.

Agus mengatakan, Pemprov akan semakin menggenjot segala persiapan ekspor, mengingat waktu yang semakin mendekati hari H.

Agus mengimbau agar segalanya sudah dipersiapkan termasuk kapal/angkutan, komoditi, negara tujuan, volume komoditi. Sebab, semua hal itu adalah inti dari star pertama ekspor besar besaran Sulsel agar target 300 kontainer ekpspor dapat terpenuhi. Agus mengingatkan agar ketahanan ekspor harus dapat dipertahankan menjelang masuknya pasar Ekonomi Asean (MEA).

“Jangan sampai infarstrukturnya siap tetapi bahan bakunya tidak. Kita juga berharap kadin dan para pengusaha mengkoordinasikan hal tersebut, hingga tahun 2018 kita bisa capai ekspor tiga kali lipat,” ujar Agus usai membuka rapat persiapan eksportir di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, (30/6/2015).

Sementara, Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwander Indonesia, Syaifuddin Saharudi sudah menyatakan dukungan untuk menyediakan armada logistik. Dia mengatakan langkah Pemprov Sulsel untuk melakukan ekspor tiga kali lipat perlu mendapat dukungan penuh. Sebab, apabila Sulsel sudah dapat menjadi pelaku ekspor sendiri ke luar neger, maka pendapatan akan semakin meningkat serta biaya ekspor akan semakin murah.

Selama ini ekspor Sulsel dilakukan di Surabaya atau di Jakarta, sehingga bahan komoditi asal Sulsel masih menggunakan atas nama daerah Surabaya atau Jakarta.

Saat ini sebanyak 1500 unit bus yang siap mengangkut komoditi ekspor Sulsel mulai tempat asal komoditi hingga ke tempat tujuan. “Jadi kami siap bekerja sampai 2 rase pengangkutan perhari, jadi bisa sampai 3.000 unit, dimana satu unit bertonase 24 ton,” ujarnya.

Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sulsel, Hadi Basalamah mengatakan rapat persiapan yang digelar hari ini berkonsentrasi pada pembahasan akselerasi dan perencanaan langkah konkkrit terkait desk pencanangan tiga kali lipat yang dibahas bersama SKPD, stakeholder dan para perusahaan yang terlibat dalam eksportir.

“Jadi SKPD itu akan di pertemukan dengan pihak ekportir untuk melakukan penyesuaian, misalnya di  SKPD perkebunan dengan pengekspor hasil perkebunan agar terjadi kesepahaman sebelum melalukan ekspor,” terang Hadi.

Terpisah, Kepala Cabang PT Surya Gita Nusa Raya S.N Kargo Makassar, Ibu Dia Aksa mengatakan dalam melakukan ekspor Pemerintah juga perlu melirik jalur udara. Sebab, ekspor lewat jalur udara juga sangat memungkinkan untuk dilakukan mengingat pengiriman komoditi dapat dilakukan dengan cepat.

“Di Bandara memang kargo kita yang paling besar, dan hampir semua komoditi kita handel setiap hari contohnya kayak buah markisa yang ekspornya ke Singapura, ada juga kulit ular juga ke Singapura. Cuman beberapa ekspor ini tidak datanya tidak masuk ke perdagangan, karea tidak menggunakan COO (certifikat of origin), yang menunjukkan asal wilayah,” ujarnya.

Dia mengatakan, selama ini perusahaannya telah melakukan ekspor komoditi seperti jenis ikan dan buaha buahaan ke berbagai negara seperti Jeddah dan Singapura. Pihaknya dapat mengekspor sampai tiga kali dalam satu minggu dengan satu kali ekspor mencapai lima ton dan pada saat bulan puasa bisa mencapai dua ton, karena nelayan juga jarang melaut. (ris)

Comment