Taufan Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas SKPD

[caption id="attachment_2488" align="alignleft" width="555"]Taufan dalam rapat pembahasan pra Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Perubahan dan Prioritas Plafom Anggaran Sementara (KUA – PPAS) APBD – P erubahan Kota Parepare tahun 2015, di Barugae, Jumat (26/6/2015) Taufan dalam rapat pembahasan pra Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Perubahan dan Prioritas Plafom Anggaran Sementara (KUA – PPAS) APBD – P erubahan Kota Parepare tahun 2015, di Barugae, Jumat (26/6/2015)[/caption]PAREPARE, berita-sulsel.com – 33 SKPD lingkup Pemkot Parepare terpaksa ‘gigit jari’. Keinginan mereka untuk menambah anggaran perjalanan dinas, kandas setelah Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe memutuskan memangkas seluruh biaya perjalanan dinas dalam APBD Perubahan 2015 tahun ini.Keputusan ini diambil Taufan dalam rapat pembahasan pra Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Perubahan dan Prioritas Plafom Anggaran Sementara (KUA – PPAS) APBD – P erubahan Kota Parepare tahun 2015, di Barugae, Jumat (26/6/2015)Dengan setengah marah, Taufan menilai syahwat ‘plesiran’ sebagian SKPD-nya tidak masuk akal dan cenderung mengada-ngada. “Ini khan tinggal beberapa bulan, mau digunakan kemana anggaran perjalanan dinas sebesar itu,” tanya Taufan dengan mimik serius, Selasa (30/6/2015).Rapat ini diikuti seluruh pimpinan SKPD lingkup Pemkot Parepare, plus Camat dan kepala bagian. Rapat ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Kota Parepare, Mustafa Mappangara yang memandu jalannya pertemuan dari pukul 22.00 Wita.Kegusaran Taufan semakin menjadi-jadi saat mengetahui tambahan anggaran perjalanan dinas yang diusulkan sebagian besar SKPD rata-rata mendekati angka Rp.50 juta. Bahkan, beberapa SKPD lebih besar. Salah satunya Bappeda yang mengusulkan tambahan anggaran perjalanan dinas Rp70 juta.“Benar, saya memberikan ruang kepada bapak ibu untuk berinovasi.Silahkan lakukan penambahan anggaran bila ada kegiatan yang dinilai penting untuk dilaksanakan. Saya mau ini dijelaskan secara komprehensif, apakah tambahan yang diusulkan berdasarkan pada konsep inovasi atau hanya pada selera,” tandas Taufan.Taufan pun menyatakan tekadnya untuk menerapkan kebijakan efisiensi anggaran dalam APBD Perubahan tahun ini. Seluruh usulan kegiatan satu persatu dipletoti oleh wali kota yang berlatar belakang professional hukum ini, Karena itu, mungkin inilah rapat terlama dalam sejarah Pemerintah Kota Parepare. Berlangsung dari pukul 22.00 Wita usai kegiatan Safari Tarawih Jumat 26 Juni, hingga Sabtu, 27 Juni pukul 03.30 subuh dini hari.Sekretaris Daerah Kota Parepare, Mustafa Mappangara mengatakan, jika mau jujur perjalanan dinas Parepare-Jakarta idealnya paling lama dua hari. Masalahnya, selama ini kata dia, banyak SKPD melakukan perjalanan dinas lima hari kerja penuh.Memang kata dia, dalam Perwali tentang Perjalanan Dinas, hal tersebut dimungkinkan. Namun kata dia, kelonggaran yang diberikan tersebugt harus tetap rasional dan memiliki argumentasi kuat, sehingga mereka harus lima hari melakukan perjalanan dinas.Merespon hal ini, Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe, mengatakan, untuk sementara waktu kegiatan dinas dalam lingkup Pemkot Parepare dipatok paling lama dua hari. Selain itu, izin perjalanan dinas hanya akan diberikan jika hal tersebut dinilai penting dan mendesak.Sejumlah program prioritas mendapat perhatian khusus Taufan. Salah satunya program peduli lorong yang rencana mendapatkan tambahan anggaran sekitar Rp1,1 miliar. Anggaran ini untuk mengakomodir kebutuhan lampu jalan sekitar 285 titik di 129 lorong serta lampu hias di sejumlah titik dalam Kota Parepare.Ia juga menyinggung program pengadaan lampu hias untuk daerah Hasanuddin – Daerang Patompo Pasar Senggol. Khusus , serta kawasan daerah Mattirotasi. Seluruh kawasan tersebut, dalam waktu dekat segera bermandikan cahaya lampu. (ris)

Taufan dalam rapat pembahasan pra Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Perubahan dan Prioritas Plafom Anggaran Sementara (KUA – PPAS) APBD – P erubahan Kota Parepare tahun 2015, di Barugae, Jumat (26/6/2015)
Taufan dalam rapat pembahasan pra Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Perubahan dan Prioritas Plafom Anggaran Sementara (KUA – PPAS) APBD – P erubahan Kota Parepare tahun 2015, di Barugae, Jumat (26/6/2015)

PAREPARE, berita-sulsel.com – 33 SKPD lingkup Pemkot Parepare terpaksa ‘gigit jari’. Keinginan mereka untuk menambah anggaran perjalanan dinas, kandas setelah Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe memutuskan memangkas seluruh biaya perjalanan dinas dalam APBD Perubahan 2015 tahun ini.

Keputusan ini diambil Taufan dalam rapat pembahasan pra Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Perubahan dan Prioritas Plafom Anggaran Sementara (KUA – PPAS) APBD – P erubahan Kota Parepare tahun 2015, di Barugae, Jumat (26/6/2015)


Dengan setengah marah, Taufan menilai syahwat ‘plesiran’ sebagian SKPD-nya tidak masuk akal dan cenderung mengada-ngada. “Ini khan tinggal beberapa bulan, mau digunakan kemana anggaran perjalanan dinas sebesar itu,” tanya Taufan dengan mimik serius, Selasa (30/6/2015).

Rapat ini diikuti seluruh pimpinan SKPD lingkup Pemkot Parepare, plus Camat dan kepala bagian. Rapat ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Kota Parepare, Mustafa Mappangara yang memandu jalannya pertemuan dari pukul 22.00 Wita.

Kegusaran Taufan semakin menjadi-jadi saat mengetahui tambahan anggaran perjalanan dinas yang diusulkan sebagian besar SKPD rata-rata mendekati angka Rp.50 juta. Bahkan, beberapa SKPD lebih besar. Salah satunya Bappeda yang mengusulkan tambahan anggaran perjalanan dinas Rp70 juta.

“Benar, saya memberikan ruang kepada bapak ibu untuk berinovasi.Silahkan lakukan penambahan anggaran bila ada kegiatan yang dinilai penting untuk dilaksanakan. Saya mau ini dijelaskan secara komprehensif, apakah tambahan yang diusulkan berdasarkan pada konsep inovasi atau hanya pada selera,” tandas Taufan.

Taufan pun menyatakan tekadnya untuk menerapkan kebijakan efisiensi anggaran dalam APBD Perubahan tahun ini. Seluruh usulan kegiatan satu persatu dipletoti oleh wali kota yang berlatar belakang professional hukum ini,
Karena itu, mungkin inilah rapat terlama dalam sejarah Pemerintah Kota Parepare. Berlangsung dari pukul 22.00 Wita usai kegiatan Safari Tarawih Jumat 26 Juni, hingga Sabtu, 27 Juni pukul 03.30 subuh dini hari.

Sekretaris Daerah Kota Parepare, Mustafa Mappangara mengatakan, jika mau jujur perjalanan dinas Parepare-Jakarta idealnya paling lama dua hari. Masalahnya, selama ini kata dia, banyak SKPD melakukan perjalanan dinas lima hari kerja penuh.

Memang kata dia, dalam Perwali tentang Perjalanan Dinas, hal tersebut dimungkinkan. Namun kata dia, kelonggaran yang diberikan tersebugt harus tetap rasional dan memiliki argumentasi kuat, sehingga mereka harus lima hari melakukan perjalanan dinas.

Merespon hal ini, Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe, mengatakan, untuk sementara waktu kegiatan dinas dalam lingkup Pemkot Parepare dipatok paling lama dua hari. Selain itu, izin perjalanan dinas hanya akan diberikan jika hal tersebut dinilai penting dan mendesak.

Sejumlah program prioritas mendapat perhatian khusus Taufan. Salah satunya program peduli lorong yang rencana mendapatkan tambahan anggaran sekitar Rp1,1 miliar. Anggaran ini untuk mengakomodir kebutuhan lampu jalan sekitar 285 titik di 129 lorong serta lampu hias di sejumlah titik dalam Kota Parepare.

Ia juga menyinggung program pengadaan lampu hias untuk daerah Hasanuddin – Daerang Patompo Pasar Senggol. Khusus , serta kawasan daerah Mattirotasi. Seluruh kawasan tersebut, dalam waktu dekat segera bermandikan cahaya lampu. (ris)

Comment