Umroh, KPK Maklumi IAS

Umroh, KPK Maklumi IAS

Umroh, KPK Maklumi IAS
uang-korupsi-ilustrasi

berita-sulsel.com – Beberapa waktu lalu mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) tidak memenuhi panggilan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kasus dugaan instalasi pengolahan air PDAM Makassar tahun 2006-2012.

Kendati demikian, Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, bahwa pihaknya telah memaklumi ketidakhadiran IAS. Dimana pada saat itu dia sudah menyurati lembaga antirasuah tersebut untuk meminta izin lantaran ingin menunaikan ibadah umroh.


“Respon penyidik terhadap ketidakhadiran IAS, pada dasarnya setelah menilai alasan yang disampaikan, dan itu dapat diterima,” ujar Priharsa di Gedung KPK, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu(1/7/2015).

Oleh karenanya, lembaga yang dikepalai oleh Taufiequrachman Ruki akan melakukan penjadwalan ulang pemeriksaan terhadap Ilham Arief.

“Penyidik telah melayangkan kembali surat panggilan pada Senin lalu, untuk diperiksa sebagai tersangka pada senin, 6 Juli nanti,” katanya.

Seperti diketahui, panggilan pada Senin lalu terhadap Ilham Arief sebagai tersangka merupakan yang kedua setelah KPK kembali menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) untuk dia pada 10 Juni 2015.

Sprindik kembali diterbitkan oleh KPK usai Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, mengabulkan permohonan praperadilan llham Arief, pada tanggal 3 Juni 2015.

Perkara yang disangkakan kepada mantan Wali Kota Makassar dua periode ini dalam Sprindik baru tersebut, masih sama seperti yang sebelumnya. Dia disangkakan terkait dugaan korupsi dalam pelaksanaan kerjasama rehabilitasi dan transfer kelola air di PDAM Makassar tahun 2006-2012.

Pasal sangkaan kepada llham Arief pun tak berbeda. Dia disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). 

sumber : http://goo.gl/0zpIQJ

Comment