Smart Card Kota Makassar Percontohan Pembayaran Eletronifikasi

[caption id="attachment_2578" align="alignleft" width="455"]Ppenandatanganan MoU program elektronifikasi sistem pembayaran yang digagas Pemerintah Kota Makassar dan Bank Indonesia Ppenandatanganan MoU program elektronifikasi sistem pembayaran yang digagas Pemerintah Kota Makassar dan Bank Indonesia[/caption]MAKASSAR, berita-sulsel.com - Program Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto terkait transaksi keuangan non tunai melalui kartu pintar smart card akan jadi percontohan Bank Indonesia, utamanya dalam penerapan program elektronifikasi transaksi keuangan bagi masyarakat dan pemerintah di Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi inovasi Wali Kota Makassar yang telah selangkah lebih maju mendahului kami untuk penerapan elektronifikasi transaksi keuangan di Makassar,” ungkap Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, Mohammad Dadi Aryadi, di Makassar belum lama ini. Pernyataan itu dia sampaikan Dadi Aryadi sesaat setelah penandatanganan MoU program elektronifikasi sistem pembayaran yang digagas Pemerintah Kota Makassar dan Bank Indonesia.Moh. Dadi Aryadi juga menyampaikan bahwa BI juga akan membagun MoU yang sama di berbagai kota di Indonesia, tapi dikarenakan Makassar lebih siap dari segi infrastruktur terutama dengan adanya smart card maka gerakan non tunai BI ini akan diawali dari Makassar dan akan dijadikan percontohan di kota lainnya.Manfaat dari program ini kata Dadi yakni pemerintah bisa lebih meningkatkan kontribusi, transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah yang dimiliki. "Saat ini program yang sama juga tengah dicanangkan di beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah dan dari hasil maping yang dilakukan semua transaksi tunai berpeluang menjadi non tunai," jelasnya. (ris)

Ppenandatanganan MoU program elektronifikasi sistem pembayaran yang digagas Pemerintah Kota Makassar dan Bank Indonesia
Ppenandatanganan MoU program elektronifikasi sistem pembayaran yang digagas Pemerintah Kota Makassar dan Bank Indonesia

MAKASSAR, berita-sulsel.com – Program Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto terkait transaksi keuangan non tunai melalui kartu pintar smart card akan jadi percontohan Bank Indonesia, utamanya dalam penerapan program elektronifikasi transaksi keuangan bagi masyarakat dan pemerintah di Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi Wali Kota Makassar yang telah selangkah lebih maju mendahului kami untuk penerapan elektronifikasi transaksi keuangan di Makassar,” ungkap Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, Mohammad Dadi Aryadi, di Makassar belum lama ini.


Pernyataan itu dia sampaikan Dadi Aryadi sesaat setelah penandatanganan MoU program elektronifikasi sistem pembayaran yang digagas Pemerintah Kota Makassar dan Bank Indonesia.

Moh. Dadi Aryadi juga menyampaikan bahwa BI juga akan membagun MoU yang sama di berbagai kota di Indonesia, tapi dikarenakan Makassar lebih siap dari segi infrastruktur terutama dengan adanya smart card maka gerakan non tunai BI ini akan diawali dari Makassar dan akan dijadikan percontohan di kota lainnya.

Manfaat dari program ini kata Dadi yakni pemerintah bisa lebih meningkatkan kontribusi, transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah yang dimiliki. “Saat ini program yang sama juga tengah dicanangkan di beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah dan dari hasil maping yang dilakukan semua transaksi tunai berpeluang menjadi non tunai,” jelasnya. (ris)

Comment