IAS Minta KPK Jadwal Ulang Pemeriksaannya

IAS Minta KPK Jadwal Ulang Pemeriksaannya

IAS Minta KPK Jadwal Ulang Pemeriksaannya

IAS Minta KPK Jadwal Ulang Pemeriksaannya
Ilham Arief Sirajuddin

Jakarta, berita-sulsel.com – Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) meminta penjadwalan ulang pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedianya akan dilakukan Senin besok. Ilham beralasan masih harus menjalani lanjutan medical check up di Singapura.

Permintaan penundaan pemeriksaan ini disampaikan Ilham melalui pengacaranya, Samsul Huda dan Robinson, Minggu (5/7/2015).


Melalui pesan singkat, Robinson mengakui bahwa kliennya telah menerima surat pemanggilan pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa pada Senin (6/7) besok, yang diterima pada tanggal 30 Juni 2015 yang dialamatkan di dua rumah IAS di Perumahan Puri Mutiara Kelurahan Maricaya, Kecamatan makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Namun, Robinson menjelaskan kliennya belum bisa memenuhi panggilan pemeriksaan di KPK karena masih harus menjalani medical check up di National University Hospital di Singapura.

“Awalnya, demi memenuhi panggilan pemeriksaan KPK, klien kami mempercepat jadwal pemeriksaan ke tanggal 2 Juli yang sebelumnya tanggal 3 Juli,” ujar Robinson.

Namun, setelah berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit itu, Ilham diminta untuk kembali menjalani pemeriksaan, yaitu Senin (6/7) pemeriksaan tulang. Kemudian Selasa (7/7) untuk jalani pemeriksaan lambung dan jantung.

Untuk itu, Ilham dipastikan tidak bisa memenuhi panggilan pemeriksaan pada Senin besok. Tim Kuasa Hukum pun telah melayangkan surat klarifikasi ke KPK.

Tim Kuasa Hukum IAS pun, menurut Robinson, telah melampirkan bukti pemeriksaan pertama di Singapura pada tanggal 2 Juli 2015, jadwal pemeriksaan yang bakal dijalani tanggal 6 dan 7 Juli 2015, termasuk catatan pemeriksaan rutin yang telah dilakukan IAS sejak tahun 2006.

“Untuk itu, kami berharap penyidik KPK berkenan untuk memanggil klien kami setelah merampungkan medical check up yang diperkirakan selesai pada Kamis (9/7),” jelas Robinson.

Robinson memastikan tidak ada niat dari kliennya untuk menghalangi proses penyidikan. Robinson menegaskan kliennya justru siap bekerja sama dengan KPK agar persoalan hukum yang dihadapinya bisa cepat selesai.

sumber : http://goo.gl/AJom9r

Comment