Danny Ingin Kuliner Makassar Dipatenkan

[caption id="attachment_2731" align="alignleft" width="250"]Barongko, salah satu kuliner khas Kota Makassar. ist Barongko, salah satu kuliner khas Kota Makassar. ist[/caption]MAKASSAR, berita-sulsel.com - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meminta agar kuliner khas Makassar segera dipatenkan. Sebab Makassar memiliki begitu banyak kekayaan khas di bidang kuliner, Kebanyakan dari makanan tersebut memiliki nilai history dan kearifan lokal yang kuat sehingga sangat disayangkan jika diklaim oleh daerah lain. “Saya minta kekayaan kuliner Makassar ini dipatenkan, tetapi hak paten itu merupakan milik Pemerintah kota,”pungkasnya.Hal ini diungkapkan Danny saat menerima audiens Deputi Bidang Pengembangan pemasaran pariwisata Nusantara di ruang kerjanya, pada Kunjungan pihak Kementerian pariwisata bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar terkait akan digelarnya event lomba kuliner dan Makassar Culinary Night Ramadan yang berbahan ikan dan pangan lokal.Menurut Deputi bidang pengembangan pemasaran pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuty, bahwa Makassar merupakan kota pertama yang dipilih sebagai tempat dilangsungkannya kegiatan ini. Hal itu dikarenakan potensi kuliner yang dimiliki kota ini jauh lebih siap ketimbang 15 kota lain di Indonesia yang juga rencananya akan menyelenggarakan event yang sama. “Makassar adalah pioner untuk kegiatan ini karena kita liat memang sudah ada kesiapan dari awal dengan adanya kegiatan Ramdhan Culinary Night,” ucapnya.Selain itu Esthy juga sangat mengapresiasi inisiatif wali kota Makassar untuk pemberian hak paten aneka makanan lokal yang menjadi andalan kota ini. “Inisiatif Pak Wali patenkan kuliner khas Makassar sangat baik, kami akan bantu prosesnya,” katanya. (ris)

Barongko, salah satu kuliner khas Kota Makassar. ist
Barongko, salah satu kuliner khas Kota Makassar. ist

MAKASSAR, berita-sulsel.com – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meminta agar kuliner khas Makassar segera dipatenkan.

Sebab Makassar memiliki begitu banyak kekayaan khas di bidang kuliner, Kebanyakan dari makanan tersebut memiliki nilai history dan kearifan lokal yang kuat sehingga sangat disayangkan jika diklaim oleh daerah lain. “Saya minta kekayaan kuliner Makassar ini dipatenkan, tetapi hak paten itu merupakan milik Pemerintah kota,”pungkasnya.


Hal ini diungkapkan Danny saat menerima audiens Deputi Bidang Pengembangan pemasaran pariwisata Nusantara di ruang kerjanya, pada Kunjungan pihak Kementerian pariwisata bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar terkait akan digelarnya event lomba kuliner dan Makassar Culinary Night Ramadan yang berbahan ikan dan pangan lokal.

Menurut Deputi bidang pengembangan pemasaran pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuty, bahwa Makassar merupakan kota pertama yang dipilih sebagai tempat dilangsungkannya kegiatan ini. Hal itu dikarenakan potensi kuliner yang dimiliki kota ini jauh lebih siap ketimbang 15 kota lain di Indonesia yang juga rencananya akan menyelenggarakan event yang sama.
“Makassar adalah pioner untuk kegiatan ini karena kita liat memang sudah ada kesiapan dari awal dengan adanya kegiatan Ramdhan Culinary Night,” ucapnya.

Selain itu Esthy juga sangat mengapresiasi inisiatif wali kota Makassar untuk pemberian hak paten aneka makanan lokal yang menjadi andalan kota ini. “Inisiatif Pak Wali patenkan kuliner khas Makassar sangat baik, kami akan bantu prosesnya,” katanya. (ris)


Comment