oleh

Nasib Aviastar dan Penumpangnya Belum Jelas

Nasib Aviastar dan Penumpangnya Belum Jelas
Nasib Aviastar dan Penumpangnya Belum Jelas

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Hingga saat ini, nasib pesawat Aviastar dan penumpangnya belum jelas keberadaannya. Bahkan, Kepala Basarnas, Marsekal Madya FHB Soelistyo mengatakan, pencarian pesawat Aviastar di hari pertama dalam operasi pokoknya dinilai gagal setelah dua pesawat menyelesaikan pencarian melalui udara yang dilepas pada Sabtu (3/10/2015) pagi.

Dua pesawat ini, kata Soelistyo, melakukan pencarian di empat sektor yang ada di wilayah Kabupaten Luwu, Tana Toraja, Palopo dan Kabupaten Enrekang dengan luasan 30 x 30 nautical mile square. Tetapi hasil pencariannya ternyata gagal, belum ditemukan tanda-tanda lokasi pesawat itu di mana jatuh.

“Tetapi satu pesawat lagi baru saja diberangkatkan untuk menyisir dua sektor jadi totalnya hari ini ada enam sektor yang disisir. Semoga ada hasilnya,” kata Soelistyo kepada wartawan dalam konferensi persnya di ruang media centre di kantor divisi aviation security Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Dia menambahkan, awalnya empat pesawat direncanakan untuk lakukan pencarian pesawat Aviastar di atas udara tetapi hanya tiga pesawat yang siap. Informasi terakhir, besok sudah ada tambahan satu lagi pesawat sehingga pencarian akan ditambah lagi dua sektor, sehingga ada delapan sektor yang menjadi pusat pencarian.

Hambatan pencarian hingga siang tadi dari dua pesawat adalah 80 persen daerah yang disisir itu adalah pegunungan dan perbukitan, banyak jurang-jurang yang terjal dan kabut. Kondisi cuaca sangat berkabut itu paling rawan di sektor 3 dan 4 serta setengah di sektor 2 sehingga pukul 12.00 Wita tadi tidak memungkinkan pencarian udara dilanjutkan.

Ditambahkan, sistem emergency yang ada di Basarnas telah mencoba mendeteksi sinyal pesawat ini namun tidak ditemukan. Juga telah meminta bantuan dari negara sahabat tetapi hasilnya tetap nihil.

Berdasarkan informasi dari pihak Aviastar, pesawatnya hanya memiliki Flight Data Recorder (FDR), tidak memiliki Emergency Locoter Transmitter (ELT) sehingga sistem emergency gagal mendeteksi sinyalnya.

“Besok pencarian akan dilakukan lagi pagi-pagi sekali,” ujar Soelistyo yang didampingi divisi potensi SAR Basarnas, Marsekal Muda Sudipo Handoyo.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed