Begini Cara Thorig Husler Lindungi Hutan di Lutim

oleh
Foto bersama : Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler ketua Pengadilan Negeri Malili, Djulita Tandi Massora, Kapolres AKBP Parojahan Simanjuntak, Sekrertaris Daerah Bahri Suli, Wabup Irwan Bachri Syam, kepala SKPD, Manajemen PT. Vale Indonesia, Tbk, tokoh masyarakat dan tokoh agama. (hms/lt/elu).
Foto bersama : Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler ketua Pengadilan Negeri Malili, Djulita Tandi Massora, Kapolres AKBP Parojahan Simanjuntak, Sekrertaris Daerah Bahri Suli, Wabup Irwan Bachri Syam, kepala SKPD, Manajemen PT. Vale Indonesia, Tbk, tokoh masyarakat dan tokoh agama. (hms/lt/elu).
Foto bersama : Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler ketua Pengadilan Negeri Malili, Djulita Tandi Massora, Kapolres AKBP Parojahan Simanjuntak, Sekrertaris Daerah Bahri Suli, Wabup Irwan Bachri Syam, kepala SKPD, Manajemen PT. Vale Indonesia, Tbk, tokoh masyarakat dan tokoh agama. (hms/lt/elu).

MALILI, BERITA-SULSEL.COM – Warga Kecamatan Towuti diminta untuk tidak merambah hutan. Pasalnya perambahan hutan akan merusak ekosistem lingkungan dan berpotensi menimbulkan bencana alam. Bahkan si pelaku juga akan dikenakan sanksi hukum jika kedapatan melakukan perambahan hutan.

Pernyataan ini sampaikan Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler dihadapan warga Towuti yang memang mayoritas petani lada (merica) saat melakukan kegiatan safari ramadhan pemerintah kabupaten Luwu Timur yang berlangsung di halaman rumah dinas camat Towuti, Selasa (14/06/2016).

Penegasan Bupati tersebut tidak berarti melarang masyarakat untuk berkebun lada namun harus dilahan yang jelas statusnya, dalam artian bukan kawasan hutan. “Di wilayah ini, banyak perkebunan lada yang tidak terkontrol. Kami berharap ke depan, tidak ada lagi pembukaan kawasan hutan dijadikan perkebunan sebab akan berdampak pada kerusakan lingkungan.” tandasnya.

Apalagi beberapa waktu lalu, kata Husler, banjir sempat melanda beberapa desa di Kecamatan Towuti. Ini pertanda bahwa tidak ada lagi resapan air, lingkungan telah rusak sehingga bencana banjir melanda. “ Kami telah berulang kali mengingatkan agar menghentikan perambahan hutan sebelum datang bencana yang lebih besar lagi. Imbauan ini kami sampaikan dari perangkat pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten. Saya berharap jika masih terjadi, maka akan berhadapan dengan aparat penegak hukum,” tegas Husler.

Selain menghimbau masyarakat agar tidak merambah Hutan, Husler dalam sambutannya kembali mengutarakan sejumlah program pemerintah daerah Luwu Timur yang akan dilaksanakan dalam kurun lima tahun mendatang. “Kami berharap program kerja untuk kesejahteraan masyarakat seperti layanan kebutuhan dasar sektor pendidikan, kesehatan hingga pertanian dapat berjalan secara maksimal” tutupnya.

Buka puasa dan Safari Ramadhan ini juga dihadiri forum koordinasi pimpinan daerah, ketua Pengadilan Negeri Malili, Djulita Tandi Massora, Kapolres AKBP Parojahan Simanjuntak, Sekrertaris Daerah Bahri Suli, Wabup Irwan Bachri Syam, kepala SKPD, Manajemen PT. Vale Indonesia, Tbk, tokoh masyarakat dan tokoh agama. (hms/lt/elu).

Baca Juga

Pelayanan Imigrasi Bisa Dilakukan di Luwu Timur

Begini Cara Pemda Lutim Bentuk Generasi Muda Taat Hukum

Begini Tradisi Warga Bone Pute Lutim Sambut Bulan Ramadhan

Tinggalkan Balasan