Warga Transmigrasi di Soppeng Tak Tersentuh Layanan Kesehatan Pemerintah

ilustrasi
ilustrasi

SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Pelayanan kesehatan dipelosok perlu perhatian khusus dari pemerintah, baik ditingkat pusat, provinsi maupun kabupaten. Pasalnya, pelayanan tersebut sangat dibutuhkan dan diharapkan warga.

Hal ini terlihat di daerah trasmigrasi Desa Marioritenga, Kecamatan Marioriwawo, Kapuaten Soppeng, warga yang bermukim di tempat tersebut seakan tak tersentuh pelayanan kesehatan dari pemerintah.


Dari pantauan berita-suslel.com, Pustu yang berada di daerah transmigrasi tersebut hampir setiap hari tertutup. Sementara, sebagian warga di pemukiman itu, memilih untuk pulang, ke kampung halaman mereka, karenakan dirinya merasa tak dilayani. Mereka tak di perhatikan oleh pemerintah setempat.

Jumlah penduduk yang ada di wilayah ini mencapai 100 Kepala Keluarga (KK). Mereka memilih kembali ke kampung halaman, alasan tidak terbiasa dengan pekerjaan.

Semua warga yang ada ditempat tersebut berharapkan Pustu yang dibangun menggunakan uang negara bisa difungsikan maksimal. Termasuk adanya tenaga medis ditempatkan di daerah itu.

“Kami sangat harapkan perhatian pemerintah setempat, khususnya kepada dinas transmigrasi, agar kiranya memperhatikan warga disini,” jelas Imron, salah satu warga trasmigrasi.

Kata dia, dirinya bersama warga lain sangat membutuhkan layanan medis. “Ada pustu tapi tak di fungsikan maksimal, kalau kami sakit, hanya memintah pertolongan warga di kampung sebelah untuk mengantar ke puskesmas,” ujarnya.

Disini ada Pustu, jelas Imron, tapi tak ada dokternya, mereka hanya datang 2 kali satu minggu, sementara dirinya bersama warga lain tak tahu kapan sakit. “Seharusnya ditempatkan dokter disitu, mereka kan sudah mendapatkan insentif, tapi tak bekerja sama sekali,” ujarnya.

Baca Juga

Hebat, Pemda Soppeng Bagikan Raskin Secara Gratis

RS Soppeng Tak Punya IPAL, Wabup Arahkan Keranah Hukum

Terbukti Melakukan Pencabulan, Camat Citta Soppeng Akhirnya Ditahan Polisi

Secara terpisah, Kepala Bidang Hunbungan Masyarakat (Kabid humas) Transmigrasi Soppeng, Suhardi mengatakan, Pustu di daerah trasmigrasi Desa Marioritenga, Kecamatan Marioriwawo difungsikan 2 kali seminggu. Semetara dinas transmigrasi hanya menfasilitasi saja yang berwenag dalam hal tersebut dinas kesehatan.

“Pustu itu difungsikan Rabu dan Jumat. Pihak yang rekomendasikan untuk berkantor disitu yakni dinas kesehatan, kami hanya meminta, untuk menempatkan dokternya,” jelasnya.

Henrik.

Comment