Korupsi Dana Bansos Soppeng, Darwis Muis Dipidana 4 Tahun Penjara

oleh
Darwis melalui isteriya membayar uang denda sebesar Rp. 200 juta dan kemudian pada penuntut umum kejari Soppeng langsung menyetor ke kas negara berikut uang Rp. 68,5 juta yang telah disita sebelumnya untuk dikompesasikan pembayaran uang pengganti.
Darwis melalui isteriya membayar uang denda sebesar Rp. 200 juta dan kemudian pada penuntut umum kejari Soppeng langsung menyetor ke kas negara berikut uang Rp. 68,5 juta yang telah disita sebelumnya untuk dikompesasikan pembayaran uang pengganti.
Darwis melalui isteriya membayar uang denda sebesar Rp. 200 juta dan kemudian pada penuntut umum kejari Soppeng langsung menyetor ke kas negara berikut uang Rp. 68,5 juta yang telah disita sebelumnya untuk dikompesasikan pembayaran uang pengganti.

SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Kepala Kejari Soppeng, Atang Pujiyanto mengatakan, Mahkamah Agung kembali mengabulkan Kasasi yang diajukan Penuntut Umum Kejari Soppeng dalam Perkara atas Muh Darwis Muis dengan Putusan Nomor 1883.K/Pid.Sus/2016.

“Muh Darwis Muis merupakan salah satu pelaku korupsi dana Bansos tahun 2013 di Dinas Tanaman dan Hortikultura Kabupaten Soppeng, bersama dengan pelaku lain yang telah incracht Yusliati, Rahman Abu serta Faisal,” jelas Atang Pujiyanto,Selasa(24/1/2017).

Baca Juga : Camat Marioriwawo Soppeng Sambut Baik Posko Damkar di Wilayahnya

Atang Pujiyanto menjelaskan, majelis tingkat kasasi yang di Ketuai DR. Artidjo Alkosar memutuskan terdakwa Muh Darwis Muis dipidana penjara selama 4 tahun dengan denda Rp 200 juta dan uang pengganti sebanyak Rp 68.5 juta rupiah.

Baca Juga : Damkar Soppeng Aktifkan Dua Posko Baru

“Apabila terpidana tidak membayar denda, diganti dengan pidana kurungan selam 6 bulan. Sebelum penuntut umum mengajukan kasasi, PN Tipikor Makassar dan PN Makassar hanya menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun,” kata Atang.

Baca Juga : Dana Bergulir Dikorupsi, PPK UKM Soppeng Mengaku tak Beri Rekomendasi

Setelah putusan Mahkamah Agung tersebut, lanjut Atang, diterima pihak Kejari Soppeng, penuntut umum langsung mengeksekusi pidana badan Muh. Darwis Muis. Selanjutnya pada hari ini, Selasa (24/1/2017), terpidana Darwis melalui isteriya membayar uang denda sebesar Rp. 200 juta dan kemudian pada penuntut umum kejari Soppeng langsung menyetor ke kas negara berikut uang Rp. 68,5 juta yang telah disita sebelumnya untuk dikompesasikan pembayaran uang pengganti.

“Akibat perbuatan tersangka, negara mengelami kerugian hingga Rp.3,5 miliar, sedangkan pelaku lainnya yakni Yuliana masih dalam proses ditingkat kasasi dan belum diputus,” tutup Atang. (Henrik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *