Banner-Pemkot-Mks
Daerah

Dihantam Kursi oleh Kepsek, Siswa SMA Bajo Luwu tak Mau Lagi Bersekolah

Muh. Ifnuh Hamdan Jabir

LUWU, BERITA-SULSEL.COM- Siswa kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Bajo, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Muh. Ifnuh Hamdan Jabir (16) mengaku mendapatkan dugaan tindak kekerasan dari oknum kepala sekolah ditempatnya belajar.

Muh. Ifnuh Hamdan Jabir atau yang akrab disapa Hamdan saat ditemui, Kamis siang (2/3/17), mengatakan dirinya tak mau lagi bersekolah di SMA Negeri I Bajo dikarenakan trauma dengan tindakan kekerasan yang dialaminya di ruang kelas pada Senin (20/1/17) lalu, yang dimana dirinya dihantam menggunakan kursi plastik sebanyak 2 kali oleh oknum Kepala Sekolah SMA Negeri I Bajo, Idham, yang kala itu mengenai bahunya.

baca Juga : Kadisdik Luwu Ancam Mutasi Oknum Guru yang Melukai Siswanya

“Saat itu pak, baru selesai jam pelajaran pertama, dan kita menunggu mata pelajaran kedua, karena gurunya belum ada di kelas, saya tidur-tidur dulu, nah saat saya tidur-tidur, langsung kepala sekolah lempari saya kursi sebanyak dua kali, hingga kursinya patah dan mengenai bahu saya, kalau orang lain itu sudah patah tulangnya, sakit sekali saya rasa, “ujar Hamdan.

Baca Juga : 3 Pelajar SMP di Ponrang Luwu Terluka Dihajar Oknum Guru

Terkait perkataan Hamdan, Kepala Sekolah SMA Negeri I Bajo, Idham yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis siang (2/3/17), tidak dapat membantah adanya tindakan kekerasan terhadap siswanya tersebut. Idam mengakui perbuatannya melempar kursi.

“Iya benar, saya akui itu, tapi dia tidur, malas dan mencuri, kalau bisa tidak usah dikasi naik berita itu, nanti saya panggil orangnya sama orang tuanya, supaya ini masalah jelas. Kalau bisa jangan mi buat jadi berita, “ujar Idham yang kala itu nampak berusaha mengintervensi jurnalis yang menemuinya.

Baca Juga : Keracunan Massal di Bua Luwu Ditetapkan KLB, 41 Korban Telah Dipulangkan

Terkait keterangan Idham, Hamdan yang kembali kala itu kembali ditemui, merasa keberatan dengan peryataan kepala sekolahnya yang menudingnya sebagai pencuri atau jahil mengambil barang milik siswa lainnya.

“Ah tidak benar itu, saya tidak perna mencuri, kalau ada seperti itu, itu bukan saya. Saya tidak mau mi sekolah disana, “bantah Hamdan.(arman/zadly)

loading...
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Most Popular

loading...
To Top
%d blogger menyukai ini: