Isla Unhas Desak Kementerian Kelautan dan Perikanan Selesaikan Konflik Cantrang

oleh
Darwis Ismail Saat Memberikan Sambutan di Mubes ISLA UNHAS
Darwis Ismail Saat Memberikan Sambutan di Mubes ISLA UNHAS

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Pelarangan penggunaan alat penangkapan ikan cantrang sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 2/2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Trawl dan Seine Nets masih mendapatkan protes hingga saat ini.

Selasa, (11/7/2017) ribuan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di kawasan bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat. Mereka menuntut pencopotan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai buntut kebijakan pelarangan cantrang bagi para nelayan.

Konflik atau protes yang telah berlangsung sekitar dua tahun ini mengundang reaksi dari Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA UNHAS).

Ketua ISLA UNHAS, Darwis Ismail menyampaikan tidak ada upaya serius dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menyelesaikan konflik cantrang. Padahal, kebijakan ini sudah sangat lama diprotes.

“ISLA UNHAS mempertanyakan pemerintah dalam hal ini KKP agar segera menyelesaikan konflik cantrang yang tidak berkesudahan,” jelas Darwis, Rabu, (12/7/2017).

“Jika konflik ini terus dibiarkan tanpa penyelesaian, yang pasti maka nelayan lah yang paling dirugikan. Untuk itu, ISLA UNHAS mendesak Bu Susi segara menyelesaikan ini,” lanjut Darwis.

Menurutnya, KKP harusnya punya solusi yang tepat sehingga tak ada lagi protes yang bermunculan. Apalagi waktu nelayan banyak terbuang hanya untuk melakukan aksi unjuk rasa.

Darwis menyarankan KKP untuk lebih kooperatif serta meminta masukan dari semua stakeholder yang memiliki hubungan langsung terhadap penggunaan alat tangkap nelayan.

“Kementrian bisa berkonsultasi ke kampus-kampus yang punya fakultas kelautan guna menyerap masukan atau mengundang pabrikan jaring untuk memberikan usulan jenis alat tangkap alternatif yang bisa ditawarkan ke nelayan cantrang,” ungkap Darwis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *