Banner-Pemkot-Mks
Nasional

Kedubes Denmark dan Kelola Memberikan Hibah Cipta Perdamaian kepada Seniman

Dua seniman Indonesia yakni Yuli Andari Merdikaningtyas yang berasal dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan Abdian Rahman dari Donggala, Sulawesi Tengah, menerima Hibah Cipta Perdamaian Kedutaan Besar Denmark di Indonesia.

BERITA-SULSEL.COM – Hibah Cipta Perdamaian mendukung kegiatan seni di Sulawesi Selatan, Nusa Tengara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kepulauan Maluku.

Nusa Tenggara Timur dan Kepulauan Maluku adalah dua wilayah kerja baru, menggantikan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Sebanyak 10 hibah akan diberikan kepada seniman, komunitas seni, dan lembaga seni di empat wilayah tersebut, yang memiliki gagasan kreatif untuk membuka dialog, menyelesaikan masalah, mengangkat isu-isu lokal, atau mengadvokasikan aspirasi masyarakat demi mendorong terwujudnya perdamaian di wilayahnya masing-masing.

Program ini diinisiasi Kedutaan Besar Denmark dan Kelola yayasan manajemen seni nonprofit. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan perkembangan seniman dan seni Indonesia yang berlokasi di Jakarta.

Wakil Direktur Kelola, Gita Hastarika mengatakan, kegiatan tersebut mengangkat isu atau konflik sosial melalui karya atau kegiatan seni dalam program ini dipandang sebagai sebuah upaya alternatif untuk mewujudkan perdamaian dan memperkuat komunitas yang inklusif.

Seniman pada program ini dipandang bukan sekadar kreator tapi juga sebagai agen perubahan yang tetap memakai medium artistik dalam kegiatannya.

Tujuan program ini adalah mendorong kontribusi seni di dalam transformasi sosial, memberdayakan komunitas lokal melalui kreativitas, dan meningkatkan kapasitas seniman lokal di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

“Di daerah yang minim infrastuktur dan intervensi pemerintah, pemberdayaan
komunitas menjadi sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang resilien. Dan dengan kharakter masyarakat Indonesia yang masih memegang tradisi, mendekati masalah dengan seni dan budaya mungkin bisa efektif,” ujarnya.

Sejak 2016, program ini telah mewujudkan 20 kegiatan seni yang berhasil memperkuat kebersamaan di level komunitas dan pemangku kebijakan.

“Harmoni Di Tana Samawa adalah kegiatan kolaborasi pertama yang melibatkan seniman-seniman lintas genre seni di Sumbawa. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat non seniman seperti lembaga adat dan pemerintah daerah,” ujar Yuli Andari Merdikaningtyas, Peraih HIbah Cipta Perdamaian 2017 dari Sumbawa.

loading...
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Most Popular

loading...
To Top
%d blogger menyukai ini: