Banner-Pemkot-Mks
Nasional

Indah Promosikan Potensi Lutra di Festival Panen Raya Nusantrara Jakarta

Indah Putri Indriani

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Level ketokohan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, tidak hanya di skala lokal dan regional saja, tetapi juga sudah menasional.

Hal itu terbukti dengan diundangnya Bupati perempuan pertama di Sulawesi Selatan itu sebagai narasumber di acara Festival Panen Raya Nusantara (PARARA) di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10).

Indah saat menjadi narasumber di Festival PARARA berbicara banyak tentang potensi dan kekayaan yang dimiliki Luwu Utara, di antaranya tentang UMKM, tentang kopi, kain rongkong, dan tentunya tentang beras tarone. Bahkan, Indah membawa sampel beras tarone dan memperkenalkannya kepada para peserta.

“Luwu Utara adalah salah satu daerah lumbung beras di Sulsel. Dan beras tarone ini satu dari delapan beras unggul lokal yang ada di Luwu Utara. Insya Allah, awal tahun depan kita akan lepas secara resmi sebagai beras unggul nasional,” ungkap Indah di hadapan ratusan peserta dari komunitas lokal di seluruh nusantara.

Indah menambahkan, beras tarone adalah beras organik dari Kecamatan Seko yang hanya bisa panen setahun sekali karena sebagian besar sawah di Seko adalah sawah tadah hujan.

Untuk itu, kata Indah, ke depan pemerintah mencoba merancang bagaimana menjadikan sawah tadah hujan ini menjadi sawah irigasi teknis untuk meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua kali.

“Tarone ini kan beras organik yang punya keistimewaan tersendiri. Berhubung di Seko masih sawah tadah hujan, sehingga panennya masih sekali setahun. Untuk itu, ke depan kami mencoba menjadikannya sawah irigasi teknis, tapi dengan catatan proses budidayanya tidak menggunakan pestisida, sehingga ciri khas organiknya masih terjaga. Sekali lagi, ini demi menjaga kualitas,” terangnya.

Fastival PARARA adalah ajang dua tahunan yang kali ini mengangkat tema “Jaga Tradisi dan Rawat Bumi”. Festival ini dibuka langsung Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Triawan Munaf.

“Melalui PARARA, kita diajak untuk menjaga tradisi serta merawat bumi demi kelestarian sumberdaya alam dan kesejahteraan,” tuturnya. (*)

 

 

loading...
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Most Popular

loading...
To Top
%d blogger menyukai ini: