Andi Mustaman ; Santri Berikan Kontribusi Besar Bagi Bangsa

oleh
Warga Pa'baeng-baeng Undang Khusus Andi Mustaman Hadiri Halal bi Halal
Warga Pa’baeng-baeng Undang Khusus Andi Mustaman Hadiri Halal bi Halal

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Tanggal 22 Oktober 2016 adalah peringatan Hari Santri Nasional yang kedua setelah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Keppres nomor 22 tahun 2015 lalu.

Calon Wali Kota Makassar, Andi Mustaman mengapresiasi Jokowi yang menetapkan Hari Santri Nasional.

Kata dia, kemerdekaan Republik Indonesia tidak lepas dari peran sentral para santri pada zaman penjajahan. Penetapan hari santri ini dinilainya sangat tepat sebagai apresiasi untuk meneladani semangat jihad keindonesiaan para pendahulu.

“Santri telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemerdekaan Indonesia, semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah airnya membuat mereka rela berkorban untuk bangsa dan negara,” ujar Andi Mustaman di Makassar Minggu (22/10/2016).

Menurutnya, perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah terwujud jika tidak ada cita-cita bersama untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Para santri dahulu bergabung dengan seluruh elemen bangsa yang lain melawan penjajah, menyusun kekuatan di daerah-daerah terpencil, mengatur strategi dan mengajarkan kesadaran tentang arti kemerdekaan,” jelas mantan legislator DPRD Sulsel ini.

Beberapa tokoh santri yang dianggapnya memiliki peran terhadap kemerdekaan yakni KH Hasyim As’yari (Nahdlatul Ulama), KH Ahmmad Dahlan (Muhammadiyah), A Hassan (Persis), Ahmad Soorhati (Al-Irsyad) dan Mas Abdul Rahman (Matlaul Anwar).

“Para santri adalah orang-orang yang taat beragama dan setia terhadap ulama dan NKRI,” jelas Tokoh Pendidikan Kota Makassar ini.

Untuk itu Andi Mustaman berharap para santri dapat terus berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara. Terutama, dalam menjaga persatuan dan kesatuan yang menjadi modal utama demi kemakmuran Indonesia.

“Kalau dulu jihadnya bersenjata mengusir penjajah. Maka jihad sekarang adalah jihad perbaikan untuk menjaga umat dari aqidah cara berfikir yang menyimpang. Menjaga negara dari kelompok-kelompok yang ekstrimis dan yang radikalis,” jelasnya.

Andi Mustaman melanjutkan ancaman itu baik radikal dalam bidang agama yang akan mengubah kesepakatan nasional kita dalam rangka berbangsa dan bernegara atau kelompok radikalis sekuler yang ingin menghilangkan atau menggeser nilai-nilai agama di dalam tata kehidupan kita baik di bidang ekonomi, sosial budaya maupun bidang politik.

“Para ulama mengajarkan kita hubbul wathon minal iman, cinta tanah air sebagian dari Iman. Karena itu bagi para santri membela tanah air adalah merupakan bagian dari kewajiban jihad para santri di dalam negara Republik Indonesia,” tutup Andi Mustaman. (*)

 

Tinggalkan Balasan