Rektor UNM : Jumlah Guru Besar Indikator Kualitas Kampus

oleh
Rektor UNM Prof. Husain Syam, M.TP berikan sambutan pengukuhan guru besar, Kamis (21/12/2017).

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menambah guru besar. Kali ini, melalui rapat senat terbuka luar biasa Prof. Syafruddin Side dinobatkan sebagai guru besar bidang ilmu matematika.

Rektor UNM Prof. Husain Syam, M.TP mengatakan, seluruh civitas akademika harus terus meningkatkan kualitas akademik. “UNM telah melakukan beberapa akselerasi, meraih akreditasi A untuk institusi, tentunya kita mesti selalu mempertahankan dan meningkatkan kualitas tersebut,” ujarnya, Kamis (21/12/2017) di Ballroom Teater lantai 3 Menara Pinisi.

Kata dia, terdapat 22 program studi yang telah terakreditasi A, UNM menempati urutan lima kampus dengan SDM terbaik dari 3.200 perguruan tinggi di Indonesia.

“Kita meminta semua pihak melakukan percepatan, jumlah professor menjadi salah satu indikator kualitas unggul. Fakultas MIPA luar biasa, salah satu fakultas yang terbanyak guru besarnya. Tahun ini UNM telah menambah 12 professor,” jelasnya.

Sementara itu, Prof Syafruddin yang juga adik dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pinrang membawakan orasi pengukuhan berjudul ‘Pemodelan Matematika Seir pada Penularan Demam berdarah dan Tuberculosis di Sulawesi Selatan’.

Ia mengaku sengaja mengangkat judul tersebut karena sudah menjadi obyek penelitiannya selama kurun waktu enam tahun terkahir.

“Banyak hal yang bisa kita korelasikan dengan penelitian ini, tidak matematika semata, tapi terkait juga dengan bidang ilmu yang lain,” kata pria kelahiran Kabupaten Pinrang ini.

Kaprodi Ilmu Matematika S2 UNM ini menjelaskan, penularan penyakit demam berdarah dan tuberculosis dapat disajikan dalam bentuk model matematika SEIR yang merupakan persamaan diferensial biasa nonlinear. Model SEIR untuk penularan demam berdarah dan tuberculosis.

“Kemudian dianalisis dan diperoleh masing-masing tiga teorema. Hasil simulasi model SEIR untuk kasus demam berdarah di Sulawesi Selatan akan mencapai puncak setiap 13 bulan, dan berdasarkan nilai bilangan reproduksi dasar, jumlah kasus penyakit demam berdarah telah menjadi penyakit menular dengan tingkat endemik,” jelasnya lagi.

Hasil simulasi mampu memberikan prediksi akurat jumlah kasus dari permasalahan tersebut sehingga ilmu matematika mampu membantu pemerintah dalam bentuk rekomendasi kebijakan dalam mengontrol.

“Kajian-kajian penelitian dengan kolaborasi antara pemerintah dan juga ahli pemodelan matematika tentu dapat menjadi tawaran solusi berbagai permasalahan di masyarakat,” tandas ayah dari 4 anak ini. (*)

 

Tinggalkan Balasan