Musim Pilkada, Kajari Bone “Nurut” Pesan Jokowi

oleh
Arif Raharjo (kanan)

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Masih tentang berbagai kasus kriminal yang terjadi di Kabupaten Bone, mulai dari pencurian, jambret, pencabulan, pembunuhan, narkoba, korupsi dan masih banyak ragam kasus lainnya, Plt Kajari Bone, Arif Harjoko, terus mengungkapkan harapannya bagi masyarakat Bone.

“Saya sudah pelajari di Bone ini banyak kasus, tapi kebanyakan sepele, itulah perlunya masyarakat melek hukum, jangan bicara kasar sedikit sudah dilapor polisi” lanjut Arif.

Dari 289 perkara yang masuk 2017 lalu dan 249 perkara terselesaikan, Arif sudah memetakan kasus yang dominan ditangani Pidana Umum (Pidum). Sebagai gebrakan awal tahun 2018, Kejaksaan akan lakukan penyuluhan hukum pada akhir Januari atau awal Februari nanti.

“Kewajiban kami buat penyuluhan hukum karena masing-masing kan punya peran,
Undang-undang kalau sudah diundangkan harusnya masyarakat tahu tapi ternyata tidak, dengan adanya penyuluhan hukum masyarakat bisa melek hukum” bebernya.

Arif berharap masyarakat Bone menjadikan hukum sebagai langkah terakhir dalam penyelesaian masalah. Mediasi dibutuhkan jika kasus yang dihadapi sepele dan masyarakat harus membuang gengsi agar tak perlu selalu berurusan dengan hukum.

“Untuk sekarang, ikut pesan presiden saja dulu, jangan bikin gaduh, jangan sampai proses hukum dimanfaatkan agenda politik, jadi secara garis besarnya sama dengan kepolisian” tutupnya. (eka)

 

 

Tinggalkan Balasan