2018, Soppeng Bebas Ancaman Tinja

oleh
Kepala Bappelitbangda Kabupaten Soppeng, Drs. Dipa, M. Si

SOPPENG, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Soppeng optimis tahun 2018 ini bisa menuntaskan warga tanpa jamban atau membebaskan perilaku masyatakat Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Optimis itu muncul dari progres yang dicapai tahun 2017 dan skenario penyelesaian BABS tahun 2018.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Soppeng, Drs. Dipa, M. Si saat ditemui di kantornya usai rapat koordinasi pokja sanitasi untuk mensukseskan Gerakan SoBAT, Jumat 12 Januari 2018 mengatakan, semua akan selesai tahun ini.

Progress yang dicapai untuk menuntaskan warga tanpa jamban tahun 2017 luar biasa cepat. Penyelesaian tahun 2018 akan dilakukan dengan skenario yang lebih baik. Hal ini didukungan dengan pendanaan dari beberapa sumber yang dilakukan melalui Gerakan Soppeng Bebas Ancaman Tinja (SoBAT).

Kata Diva, ketika Gerakan SoBAT dideklarasikan Agustus 2017 lalu, jumlah warga tanpa jamban sebanyak 4.750 Kepala Keluarga (KK).

Gerakan SoBAT mampu menuntaskan 1.223 KK melalui pembangunan tangki septik kedap yang berasal dari hibah dan dana alokasi khusus (DAK) Sanitasi dari Pemerintah Pusat, APBD Perubahan dan Dana Desa.

“Tahun ini, jumlah KK yang akan dituntaskan lebih banyak lagi yakni 3.572 KK. Rencana ini telah disusun skema pendanaan dari berbagai sumber seperti DAK, Hibah Tangki Septik dan Dana Desa serta CSR pihak swasta. Kami optimis selesaikan tahun ini, jumlah DAK Sanitasi Kabupaten Soppeng melonjak jauh dari tahun lalu.”ujarnya.

Diva menegaskan, disamping bersumber dari DAK dan Hibah, pendanaan untuk menuntaskan angka BABS juga dibantu dari dana desa.

Diakuinya, pendanaan dari dana desa, jumlahnya sangat signifikan. Sedikitnya 2.000 KK akan dituntaskan melalui Dana Desa.

“Antusiasme dan komitmen kepala desa dan lurah tidak lepas dari penegasan Bupati Soppeng saat Deklarasi Open Defecation Free (ODF) di Desa Marioritengga November lalu. Bupati Soppeng meminta seluruh desa dan kelurahan harus bebas BABS tahun 2018,” paparnya.

Sementara itu, staf Bappelitbangda Kabupaten Soppeng , Asri Samsu menambahkan, pihaknya akan melakukan pendataan tangki septik secara online dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Pihaknya telah mendesain sebuah aplikasi sederhana untuk pendataan tangki septik warga dan saat ini sedang diujicobakan.

“Aplikasi ini sangat sederhana, namun menghasilkan output berupa data base warga yang memiliki tangki septik, model tangki septiknya dan apakah pernah melakukan penyedotan tinja atau belum. Data ini akan digunakan untuk melakukan penyedotan secara terjadwal dengan prioritas warga yang belum pernah melakukannya, utamanya untuk para ASN terlebih dulu,” tutupnya.

Anwar paturusi

 

Tinggalkan Balasan