Ini Inovasi Pemkab Bulukumba Untuk Mewadahi Aspirasi Anak

oleh
Ini Inovasi Pemkab Bulukumba Untuk Mewadahi Aspirasi Anak

BULUKUMBA, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Bappeda menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) khusus untuk anak atau disebut Musrenbang Anak. Kegiatan untuk pertama kalinya ini digelar di sepuluh kecamatan. Ujungloe menjadi kecamatan pertama yang memulai dan akan disusul dengan kecamatan lainnya.

Kegiatan Musrenbang Anak diselenggarakan sebagai ruang dalam upaya menggali aspirasi dan kebutuhan anak-anak sebagai salah satu elemen dari warga masyarakat Bulukumba, serta mewadahi anak-anak untuk menyalurkan hak partisipasinya dalam pembangunan daerah.

Camat Ujungloe Andi Yuniar mengapresiasi penyelenggaraan musrenbang anak yang pesertanya dari siswa SD SMP SMA sederajat serta anak penyandang disabilitas. Menurutnya Musrenbang Anak berbeda dengan reguler, karena pendekatan berbeda dalam merumuskan aspirasi atau kebutuhan anak.

Sementara itu Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto yang membuka Musrenbang Anak mengatakan forum ini adalah inovasi untuk mewadahi segala aspirasi anak yang selama ini terabaikan dalam perencanaan pembangunan. Saatnya anak-anak menyampaikan secara langsung apa kebutuhan mereka.

“Kenapa kita undang adik-adik sekalian di sini, karena selama ini musrenbang hanya didominasi oleh orang tua, sehingga tentu kepentingan orang tua saja yang disampaikan, tidak memasukkan kepentingan anak,” tutur Tomy di aula Kantor Camat Ujungloe.

Musrenbang Anak ini dipandu oleh Arham yang merupakan Duta Anak Nasional yang tergabung dalam Forum Anak Panrita Lopi. Dia memandu teman-temannya dalam menggali aspirasi anak, khususnya di Kecamatan Ujungloe. Metodenya semi formal karena dibarengi dengan permainan menggali gagasan.

Kepala Bappeda A Syafrul Patunru, mengatakan usulan atau hal-hal yang menjadi rekomendasi dari Musrenbang Anak akan menjadi rekomendasi pada saat pelaksanaan Musrenbang reguler.

Dijelaskan, pada pelaksanaan Musrenbang Anak, pendamping kecamatan, maupun pendamping bidang dari Bappeda akan membantu mengarahkan usulan dari peserta musrenbang, serta membuat list skala prioritas usulan kegiatan.

Usulan kegiatan, lanjut Syafrul sama dengan Musrenbang reguler dibagi 3 bidang yakni ekonomi, sosial budaya, dan prasarana wilayah. Selanjutnya 1 sampai 5 usulan teratas masing-masing bidang akan diusulkan ke Musrenbang Kabupaten.

Adapun tema Musrenbang Anak Kabupaten Bulukumba Tahun 2018 adalah : “Berbarengan Kakak” atau akronim dari Bersama Berani Mewujudkan Sejuta Harapan Anak Menuju Kabupaten Layak Anak

Tinggalkan Balasan