Kenang Syekh Jamaluddin Husain, Santri Pondok Pesantren Al Khoiriyah Tulungagung Gelar Haul di Wajo

oleh

SENGKANG, BERITA-SULSEL.COM
Sebanyak 20 orang santri dari Pondok Pesantren Al Khoiriyah, Tulungagung menggelar Haul atau hari ulang tahun Imam As Sayyid Jamaluddin Al Akbar Al Husaini atau yang akrab dengan nama Syekh Jamaluddin Husain.

Haul ini dilaksanakan di komplek pemakaman Asyyeikh Al Habib Jamaluddin Al Akbar Al Husaini, di Desa Tosora, Kecamatan Majauleng, Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (17/1) malam.

Syekh Jamaluddin Husain wafat dan dimakamkan di tempat itu tahun 1453 M.

Habib Hamid bin Habib Ahmad bin Salim Al Muhdlor, pimpinan rombongan haul mengataman, kedatangannya ke Desa Tosora dan mengadakan haul merupakan amanah dari ayahnya Habib Ahmad bin Salim Al Muhdlor.

Keinginan itu sudah ada sejak 18 tahun yang lalu, namun belum sempat terlaksana, Habib Ahmad bin Muhdlor berpulang ke rahmatullah pada tahun 1997.

Sebelum meninggal dunia, Habib Ahmad berpesan pada putranya, Hahib Hamid agar mendatangi makam Syekh Jamaluddin Husain di Wajo dan menggelar haul.

“Saya kemari untuk menjalankan amanah ayah saya, Alhamdulillah telah terlaksana,” ujar Habib Hamid yg juga pimpinan Ponpes Al Khoiriyah.

Diharapkan, kegiatan semacam ini tidak hanya digelar pada tahun ini saja. Namun dapat tumbuh dan berkembang pada tradisi masyarakat Sulsel di tahun mendatang, bahkan lebih meriah.

Bupati Wajo, Burhanuddin Unru mengapresiasi kegiatan tersebut, dan memerintahkan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Jasman Juanda untuk mengutus stafnya Sudirman Sabang dan Aco Karumpa mewakili pemerintah Kabupaten Wajo hadir pada acara itu.

Burhanuddin mengatakan, tujuan haul untuk mengenang dan menghormati perjuangan dan pengorbanan Syekh Jamaluddin Husain dalam menyebarkan Agama Islam di Sulawesi Selatan.

“Berkat jasa beliau lah, masyarakat Sulsel, khususnya masyarakat Wajo mengenal agama Islam,” ujarnya.

“Syekh Jamaluddin Husain telah mengorbankan segala-galanya demi tersebarnya agama Islam di Sulawesi Selatan, khususnya di tanah Wajo ini, untuk itu patut kita apresiasi dan kegiatan seperti ini perlu diadakan setiap tahun”, ujar Bupati Wajo yang menjabat sejak tahun 2008 hingga tahun 2017 ini telah berhasil mendapatkan 64 penghargaan tingkat nasional.

Dari berbagai sumber dan literatur, Syekh Jamaluddin Husain yang lahir di Malabar, India, 1310 M, adalah penyiar agama Islam pertama di tanah Sulawesi Selatan jauh sebelum tersebarnya agama Islam di tanah Jawa oleh Walisongo. Bahkan sebagian besar anggota Wali Songo merupakan turunannya diantaranya Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang dan Sunan Giri.

Syekh Jamaluddin Husain adalah turunan ke 20 Nabi Muhammad SAW dari nasab Husain ra.

Penulis : Dr. Iwan Perwira

Tinggalkan Balasan