Indonesia Membutuhkan Peta Jalan Poros Maritim

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menjadi pembicara utama Seminar Nasional Iskindo

JAKARTA, BERITA-SULSEL.COM – Untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, Indonesia membutuhkan skenario dan peta jalan yang disusun berdasarkan potensi, keunggulan, ancaman dan kelemahan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Berbagai variabel tersebut kemudian disusun untuk membentuk driving force perubahan menuju kesejahteraan bernegara.

Dalam konteks tersebut, Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) bertempat di hotel Aryaduta Jakarta pada hari Jumat-sabtu, 26-27 Januari 2018 menyelenggarakan Kongres II ISKINDO dengan tema “Peran dan Dukungan ISKINDO bagi Akselerasi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia”.

Kongres II ini dihadiri oleh unsur Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Majelis Pertimbangan Organisasi, Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Wilayah ISKINDO yang berjumlah 500 orang.

Dalam rangkaian kegiatan kongres II, ISKINDO juga menggelar seminar kelautan dengan tema “Skenario dan Peta jalan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia Tahun 2045”.

Seminar tersebut menghadirkan narasumber Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, Prof. Indroyono Soesilo, Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata, Viva Yoga Mauladi M.Si, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dan Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.ES. Ph.D, Rektor ITS Surabaya.

Ketua Umum ISKINDO, Zulficar Mochtar mengatakan bahwa ISKINDO merupakan organisasi kesarjanaan dan profesi ingin mengambil peran dan tanggungjawab yang lebih besar dalam pembangunan maritim Indonesia.

“Bahwa pembangunan maritim dewasa ini tidak bisa dibebankan pada satu atau dua institusi tapi perlu kerjasama dan sinergitas yang kuat sebab kemaritiman merupakan pembangunan multidimensi” kata Zulficar,

Dalam rangkaian Kongres II, ISKINDO juga memberikan apresiasi dan penghargaan ISKINDO Award kepada Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid yang telah berjasa dan berkontribusi dalam membangun visi maritim bangsa Indonesia di era reformasi.

Gusdur telah meninggalkan legacy yang sangat besar pada perubahan kebijakan kelautan Indonesia sehingga pasca reformasi, kelembagaan dan tata kelola kemaritiman sudah mulai menemukan bentuknya. Mewakili keluarga Gusdur, Ibu Yenny Wahid akan datag=ng untuk menerima penghargaan ISKINDO Award.

Sementara itu Koordinator Steering Kongres II, Verianto Madjowa mengatakan bahwa Kongres ini merupakan amanah konstitusi organisasi dan konsolidasi periodik organisasi untuk mempermantap solidaritas pengurus dan program kerja organisasi.

“ISKINDO adalah organisasi baru tapi sangat dinamis sesuai dengan karakteristik gelombang laut, sehingga perlu senantiasa dilakukan upgrading pengurus pusat dan daerah, agar selalu cepat merespon isu dan perkembangan pembangunan maritim” kata Verianto.