Mahasiswa dan Dosen Menjalin Erat Hubungan Emosional

oleh
Waode Nova Noviyanti

Laporan: Nikita Ayu Rahmawati
Mahasiswa Universitas Sawerigading Makassar

BERITA-SULSEL.COM – Sejak September 2008, Waode Nova Noviyanti menjadi dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Mandala Waluya Kendari.

Setelah itu menduduki jabatan kepala unit penjaminan mutu program studi kesehatan masyarakat, kepala lembaga penjaminan mutu STIKES Mandala Waluya Kendari dan sekarang menduduki jawaban sebagai Wakil Ketua Bidang Akademik hingga 2021.

Wanita kelahiran Kendari, 05 November 1982 ini memiliki riwayat pendidikan di SDN 6 Kendari lulus 1995, setelah itu masuk di SMPN 4 Kendari lulus 1998, dan melanjutkan sekolah di SMAN 2 Kendari lulus 2001.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, anak dari Bapak La Ode Abd Rachman dan Ibu Radia ini memilih untuk melanjutkan S1 Psikologi di Taman Siswa Jogyakarta, Yayasan yang didirikan oleh bapak pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara.

Ditempat itulah dia menemukan tempat kuliah yang memiliki hubungan antara dosen dan mahasiswa memiliki ikatan emosional terbangun sangat bagus, dosen yang dapat dijadikan sebagai orangtua bagi mahasiswa yang merantau.

Selain itu pengalamannya di kota Jogjakarta pada awal semester perkuliahannya yaitu memiliki hobi traveling dengan mendatangi beberapa tempat baru dan memasak karena mendapatkan harga bahan makanan terbilang murah.

Pada semester keempat sudah mendapatkan pengalaman sebagai mahasiswa psokologi dari pendekatan ke manusia, seperti mengetahui bagaimana memperlakukan seseorang dengan tetap mengenal diri sendiri terlebih dahulu.

Mendapat gelar sarjana pada 2008, Dosen STIKES Mandala Waluya Kendari sekaligus ibu rumah tangga ini melanjutkan pendidikan magister di STIK Tamalatea Makassar prodi Kesehatan Masyarakat, peminatan Promosi Kesehatan dan lulus 2014.

Pengalamannya turun lapangan saat masa kuliah dan bertemu anak anak bermasalah membuat istri dari Aan Aqsyad Rosdy MM ini ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Dengan memiliki rasa tanggung jawab bertekad untuk segera menyelesaikan studinya agar langkah tak perlu terbatas dalam berbuat dengan sesama.

Pengalamannya mengajar selama 10 tahun juga membutuhkan dinamika menghadapi mahasiswa yang dari berbagai daerah dengan karakter yang berbeda-beda.

Saat ini Ibu dari satu anak ini lebih banyak menghabiskan waktu dengan jabatannya sebagai Wakil Ketua Bidang Akademik menginisiasi kegiatan mahasiswa.

Namun diakhir pekannya dia tidak lupa dengan tugasnya sebagai istri dan ibu membagi waktu untuk keluarga.

Wanita yang dulunya memiliki cita cita menjadi pegawai swasta ini menargetkan untuk dua tahun kedepan akan melanjutkan pendidikan S3 karena tuntutan zaman katanya.

Tinggalkan Balasan