Begini Cara Pemda Luwu Damaikan Warga yang Berkonflik

oleh

MASAMBA, BERITA-SULSEL.COM – Dinas Sosial Kabupaten Luwu Utara menggelar tudang sipulung dengan tujuan melakukan harmonisasi sosial pasca konflik antar warga.

Rekonsiliasi ini dilaksanakan di pelataran permandian air terjun, Desa Bantimurung, Kecamatan Bone-bone, Minggu (11/02/2018).

Kepala Dinas Sosial Luwu Utara, Besse Andi Pabeangi yang dihubungi via telepon selularnya mengatakan, kegiatan tersebut dibuka Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.

Hal ini dilakukan sesuai dengan amanah Undang-undang nomor 7 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial.

“Hal penting adalah pemulihan pasca konflik secara berencana, terpadu, berkelanjutan dan terukur” kata Besse Andi Pabeangi, Senin 12 Februari 2018.

Kata dia, rekonsiliasi pasca konflik ini sebagai wujud langkah pemerintah daerah guna meredam segala bentuk konflik melalui pranata adat dan sosial.

“Kita ini makhluk sosial, jangan lagi ada konflik agar warga bisa tenang hidup berdampingan dengan damai,” ujarnya.

Sehari sebelumnya dilokasi tudang sipulung, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, meminta masyarakat tidak lagi mengungkit kejadian masa lalu yang buruk seperti 2014 lalu.

“Jika ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, maka laporkan kepada penegak hukum. Mereka siap melayani 1 x 24 jam,” pungkasnya (ibnu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *