UNM Kukuhkan Guru Besar Bidang Ilmu Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

oleh

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam mengukuhkan Prof Muhammad Arifin Ahmad sebagai Guru Besar Bidang Bidang Ilmu Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), di Ballroom Menara Pinisi UNM, Makassar, Senin (12/2/2018).

Prof Husain mengatakan, pengkuhan kali ini sangat istimewa. Pasalnya, Prof Muahmmad Arifin Ahmad memadukan dua keilmuan, yakni penelitian evaluasi pendidikan sekaligus bimbingan konseling.

“Ini luar biasa, beliau mampu memadukan beberapa kajian, punya planning, matang betul, pengukuhannya dilaksanakan di usia 68 tahun, tentu ini juga sangat spesial, apalagi Prof Arifin kini telah dikaruniai delapan orang cucu,” jelas Prof Husain.

Mantan Dekan Teknik UNM ini tak lupa, berpesan, agar seluruh civitas akademika UNM terus meningkatkan kualitas akademik, apalagi dari segi akumulasi tenaga pendidik berstatus professor dan doktor, UNM menjadi terbaik diantara kampus berbasis Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) atau kampus eks-IKIP.

“UNM telah melakukan beberapa akselerasi, setelah kita meraih akreditasi A untuk institusi, tentunya kita mesti selalu mempertahankan dan meningkatkan kualitas tersebut. UNM paling banyak memiliki Professor dan Doktor dan urutan kelima dengan SDM terbaik dari 3.200 lebih kampus di Indonesia,” jelas Rektor Husain penuh semangat.

Bahkan, teranyar kampus ‘orange’ ini diberi penghargaan dari kementerian RistekDikti sebagai kampus satker (satuan kerja) terbaik ditahun 2017.

“UNM terus berbenah, kedepan layanan akan didasarkan serta menggunakan sistem aplikasi. Misalnya, dalam penentuan UKT Maba, kita sudah membuat sistem, ketika diinput orang tua mengenai penghasilan orang tua, pekerjaan, dan lainnya, sistem yang akan menentukan, sehingga orang tua tak perlu repot-repot datang jauh jauh ke kampus,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Prof Muhammad Arifin Ahmad membawakan orasi pengukuhan, dengan judul ‘Evaluasi Kinerja Konselor Sekolah dalam Prespektif Aspek-aspek sosiologis’. Pria asal polman ini mengangkat judul tersebut, karena kompleksitas masalah anak didik selama ini bersumber dari dua hal, instruksional dan non instruksional.

“Tantangan dan permasalah peserta didik, akhir-akhir ini makin kompleks, adanya kerawanan-kerawanan sosial di kalangan peserta didik, aspek apspek permaslahan tersebut amat terkait dengan bidang BK,” jelasnya.

Iapun menyampaikan, situasi sekarang akan menantang konselor untuk memainkan peran signifikan membantu pserta didik. “Hal inilah yang memotivasi penelitian dan perhatian saya dan saya tuangkan dalam pidato pengkuhan professor ini,” tandasnya.

Pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh puluhan Guru Besar UNM dan kerabat dari Prof Arifin Ahmad. (*)

Tinggalkan Balasan