Lusa, Jokowi Kunjungi Takalar Untuk Bagikan 5000 Sertifikat Gratis

oleh
Muh. Natsir Maudu, SH.,MH

TAKALAR, BERITA-SULSEL.COM – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Takalar, Kamis (15/2/2018) mendatang.

Rencananya orang nomor satu Indonesia ini akan menyerahkan kurang lebih 5000 bidang sertifikat untuk enam kabupaten/kota di Sulsel.  Keenam kabupaten/kota tersebut, masing-masing, Makassar, Gowa, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba serta Takakar sebagai tuan rumah.

 Kepala Seksi, Infrastruktur Pertanahan pada Kantor Pertanahan Kabupaten Takalar, Muh. Natsir Maudu, SH.,MH mengatakan, penyerahan sertifikat gratis melalui program Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL) yang digelindingkan oleh Kementrian Agraria Tata Ruang (ATR) /BPN untuk ke enam kabupaten/kota itu akan di pusatkan di lapangan sepakbola Makkatang Dg Sibali, Pattalassang, Takakar.

“Ada 5000 bidang sertifikat yang rencananya akan diserahkan Pak Jokowi nanti. Penyerahan ini akan dilakukan secara simbolik,” kata Muh Natsir di Takalar, Selasa (13/2).

Khusus untuk Kabupaten Takalar kata Natsir, jumlah sertifikat yang akan diserahkan sebanyak 1500 sertifikat. Ke 1500 sertifikat ini tersebar untuk lima desa di dua kecamatan  masing-masing Kecamatan Galesong dan Galesong Utara. 

Menurut Natsir, sertifikat yang akan diserahkan merupakan hasil program PTSL 2017.  “Sertifikat yang akan serahkan oleh Bapak Presiden RI ini merupakan sertigikat PTSL tahun 2017. Khusus yang di Takalar, kita sudah rampungkan sejak bulan November tahun 2017 lalu,” ujar Natsir.

Disampaikan juga oleh Natsir, untuk tahun 2018 ini pihaknya kembali memprogram sertifikat gratis melalui program PTSL sebanyak 3000 bidang sertifikat dan akan hanya akan diperuntukkan untuk dua kecamatan saja yakni Galesong dan Galesong Utara.

“Mengapa kita kembali alokasikan di dua kecamatan ini sebab masih ada bidang-bidang tanah yang di desa -desa di dua kecamatan itu yang belum bersertifikat,” jelasnya.

 Disamping itu, ini dilakukan dalam rangka pengsertifikatan tanah menuju desa lengkap sesuai dengan program Presiden Jokowi di mana tahun 2025 semua bidang-bidang tanah sudah bersertifikat atau terdaftar. (An)

Tinggalkan Balasan