Pake Heli Saat Kampanye Cederai Pendidikan Demokrasi

oleh

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Penggunaan helicopter sebagai moda transportasi saat kampanye Pilgub disorot pakar politik asal Universitas Hasanuddin, Aswar Hasan. Transparansi dana dan bantuan fasilitas selama kampanye diimbau ditransparankan paslon.

Aswar Hasan memastikan penggunaan moda transportasi udara helikopter saat kampanye akan berbiaya mahal. Kesan elitis juga muncul yang justru kurang edukatif dalam berdemokrasi.

“Saya pikir tidak efektif, apalagi yang sampai itu hanya caranya saja. Menunjukkan kekuasaan dan kekayaan dan itu belum cocok pendidikan demokrasi,” kata Aswar Hasan, Senin (12/3/2018).

Aswar mengimbau paslon yang menggunakan moda transportasi helikopter untuk transparan melaporkan biaya kampanyenya, termasuk pihak pemberi bantuan.

“Apakah helicopter itu disewa atau dipinjamkan, itu harus diketahui publik dan menjadi aspek transparansi,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan moda transportasi udara berbeda dengan moda transportasi darat. Sebab transportasi udara akan sulit menyentuh masyarakat secara langsung bahkan terkesan elitis.

Buruknya lagi, kata Aswar Hasan, penggunaan fasilitas mewah di saat turun ke masyarakat akan memberikan kesan buruk pada pola pikir masyarakat. Terutama masyarakat pedesaan yang bisa saja beranggapan bahwa untuk menduduki sebuah kursi kepemimpinan wajib memiliki uang yang banyak. Bukan lagi berdasarkan pada aspek kelayakan dan memang memiliki kapasitas sebagai seorang pemimpin.

“Jadi nanti masyarakat menganggap yang bisa menjadi gubernur itu hanya orang yang punya uang. Itu kesan yang muncul, yang bisa menjadi gubernur itu hanya orang yang punya kekuatan uang misalnya dengan helicopter,” paparnya.

Mengacu dari data Maskapai Penerbangan Tidak Berjadwal Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA), sewa atau tarif helicopter rata-rata Rp35 Juta sampai Rp40 juta per jam dengan minimal sewa per dua jam atau Rp70 juta.

Artinya, jika ada pengguna jasa helicopter rata-rata menggunakan jasa tersebut di atas dua jam per hari, maka budgetnya yang mesti disiapkan minimal Rp100 Juta per hari. Apalagi kalau sampai satu hari dipakai selama 10 jam, nilainya sekira Rp350 juta.

Jika asumsinya Rp350 juta per hari selama satu bulan, maka total dana yang mesti dikeluarkan untuk tarif helicopter bisa mencapai Rp9 miliar per Bulan

“Biaya sewa helikopter cukup tinggi sehingga peminatnya terbatas. Rata-rata sewa helikopter per jam adalah Rp 35 juta, dengan minimal sewa per dua jam atau RP 70 juta,” kata Ketua INACA, Denon, seperti dikutip di salah satu media di Jakarta tentang biaya sewa helicopter di Indonesia. ##

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *