Diserbu Lalat, Warga Bajoe di Bone “Isolasi” Diri

oleh
warga keluhkan serbuan lalat di meja makan, padahal sudah menggunakan tutup saji

BONE, BERITA-SULSEL.COM – Memasuki rumah salah seorang warga di Jalan Veteran Kelurahan Bajoe Kecamatan Tanete Riattang Timur, Tahrir, Selasa (13/3/18) siang, bau menyengat kotoran ayam seolah memenuhi ruang tamu rumah tersebut.

Sebuah kandang ayam petelur yang berukuran besar, hanya berjarak sekitar 5 meter dari rumah Tahrir, menimbulkan aroma tak sedap karena kandang ayam tersebut tidak memiliki pembuangan dan tidak dilantai semen, hingga kotoran ayam mengendap langsung kedalam tanah.
Tahrir mengaku sudah dua kali melaporkan hal ini ke kantor Lurah, karena keberadaan kandang ayam petelur itu membuat warga tidak bisa menghirup udara segar bahkan rumah mereka diserbu lalat.
“Sejak ada itu kandang, saya jarang makan dirumah karena baunya, tiap hari habis satu botol baygon untuk usir lalat, sampai ibu saya mencret dan istri saya terpaksa saya pindahkan dari rumah” keluh Tahrir.
Kondisi sama juga dikeluhkan warga lain, Asdar, sekitar lokasi kandang ayam yang diduga milik seorang pengusaha ayam petelur, H Olleng.
Rumah pemilik kandang sendiri berada jauh dari lokasi kandang hingga tidak merasakan dampak dari bau kotoran ayam peliharaannya. 
“Kalau musim hujan sangat terasa karena bau kotoran ayam bercampur dengan udara yang lembab, makanan selalu ditutup karena lalat berkerumun sampai menghitam diatas meja makan” kata Asdar.
Untuk menghindari serbuan lalat, warga memilih mengurung diri jika tak ada keperluan diluar, dan menutup pintu serta jendela rumah rapat-rapat agar tidak ada celah masuknya lalat.
Sayangnya, bau menyengat kotoran ayam tetap tercium walau pintu dan jendela ditutup. (eka)
 
https://www.youtube.com/watch?v=-zOCRavwxl4

Tinggalkan Balasan