KPU Parepare Gelar Uji Publik DPHP

oleh
KPU Parepare Gelar Uji Publik DPHP

PAREPARE, BERITA-SULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare menggelar uji publik Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) di Aula Media Center Kantor KPU Kota Parepare, Senin (12/3/2018).

Uji publik dihadiri, Ketua KPU Kota Parepare Nur Nahdiyah beserta anggota, Komisioner KPU Provinsi Sulawesi selatan (Sulsel), Divisi Hukum dan Pengawasan, Khaerul Mannan, Panwas, Kadis Disdukcapil Kota Parepare Amran Ambar, Liaison Officer (LO) masing-masing pasangan calon Pilgub Sulsel dan Pilwakot Parepare. Hadir juga perwakilan tokoh masyarakat serta tokoh agama.

Nur Nahdiah menjelaskan, uji publik ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang serupa ditingkat di empat kecamatan yang ada di Parepare. Dia berharap kegiatan kali ini bisa menjaring kembali masukan atau perbaikan sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS). “Hari ini kami lakukan di tingkat kabupaten/kota, kami berharap sekiranya ada perbaikan dan ada masukan disampaikan sebelum kami tetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS),” ujarnya.

Nur Nahdiyah menambahkan, kegiatan uji publik itu, juga diharapkan meningkatkan kualitas data pemilih. Yang berkorelasi pada peningkatan jumlah pemilih di pilkada nanti. “Tentu saja kami sangat terbantu oleh Disdukcapil dan juga di kecamatan dan lurah se-Kota Parepare” ungkapnya.

Nur Nahdiyah juga sempat memaparkan kendala-kendala yang ditemu pada saat proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) yang dilakukan pada tanggal 20 januari hingga 18 Februari 2018. Diantaranya, masakah data pindah TPS, dalam satu keluarga terdapat perbedan TPS, hingga adanya warga yang enggan dicoklit tanpa alasa yang jelas.

“Yang masih menjadi kenda yakni, data Penghuni Lembaga pemasyarakatan (Lapas) tapi masalah ini berlaku secara nasional. Sekarang KPU RI sementara berkoordinasi dengan Kemenkumham untuk perlakukan khusu bagi warga lapas.” Paparnya.

“Kami rencananya akan membuat 1 TPS di dalam Lapas. Karena data saat ini, sekira 200 warga Parepare ada di Lapas sehingga memungkinkan membuat 1 TPS.” tutup Nur Nahdiyah.

Tinggalkan Balasan