Tiga Mahasiswa STIE Wira Bhakti Ikut Debat Bahasa Inggris di Kopertis

oleh
Mau Cepat Kerja, Ayo Kuliah di STIE Wira Bhakti Makassar

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Wira Bhakti Makassar akan mengutus tiga mahasiswanya untuk mengikuti lomba debat bahasa Inggris dan Indonesia.

Lomba ini dilaksanakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IX.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari yakni Jumat hingga Sabtu tanggal 27 – 29 April 2018 di Kantor Kopertis Wilayah IX, Jalan Bung, KM 9 Makassar.

Dosen Bahasa Inggris STIE Wira Bhakti Makassar, A Imam Zulfikar Mustaman mengatakan, debat bahasa Inggris merupakan salah satu bagian penting untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan pemikiran kritis, membangun argumen dan menyampaikan argumen dengan baik dan tepat serta bertoleransi terhadap perbedaan pendapat dan cara pandang terhadap suatu masalah.

“Debat semacam ini telah dikembangkan diberbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia. Iantinya, melalui debat ini diharapkan mahasiswa mampu meningkatkan daya saingnya, baik secara nasional maupun internasional,” ujarnya, Kamis (26/4/2018).

Kata dia, National Universities English Debate Championship (NUEDC) bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa berbahasa Inggris dan beragumentasi untuk berinteraksi dengan masyarakat internasional.

“Disini mahasiswa juga menambah wawasannya agar menjadi insan cerdas dan kompetitif,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I STIE Wira Bhakti Makassar, Dr Abdul Haris SE MSi mengatakan, melalui debat ini, pihaknya mendorong peningkatkan daya saing setiap mahasiswa, termasuk alumni.

“Melalui debat seperti ini, mahasiswa bisa meningkatkan kemampuannya untuk berpikir kritis dan analitis, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Kata dia, melalui debat ini, mahasiswa bisa mengembangkan kemampuannya untuk menyampaikan pendapat secara logis dan sistematis.

“Mereka juga bisa meningkatkan kemampuannya menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.

Kata dia, peserta dari lomba debat ini tidak hanya diikuti mahasiswa yang memiliki latar belakang bahasa Inggris saja, tetapi semua bidang ilmu lain yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris. (*)