Ratusan Pemuda Deklarasi Toleransi di Toraja Youth Camp 2018

oleh

Laporan : Ramli Tamrin
Mahasiswa UNM dari Tana Toraja

BERITA-SULSEL.COM – Toraja Youth Camp 2018 merupakan kegiatan kepemudaan yang berfokus pada toleransi yang dihelat organisasi pemuda, Kawan Bangsa.

Kawan Bangsa sendiri memiliki visi yaitu berbagi, mengabdi dan beraksi. Kawan Bangsa juga hadir untuk menjadi wadah untuk menebarkan social project sebagai bentuk dari kegiatan Toraja Youth Camp 2018 adalah melahirkan agen-agen toleransi.

Toraja Youth Camp 2018 ini dilaksanakan di Tana Toraja sebagai alasan karena memiliki tingkat keberagaman dan tolenrasi antar umat beragama yang tinggi. Selain itu, Tana Toraja merupakan destinasi wisata mancanegara yang terkenal dengan keunikan dan keragaman budayanya.

Toraja Youth Camp 2018 di helat 27 hingga 30 April 2018 yang belokasi di beberapa tempat di Tana Toraja. Konferensi Nasional Penindakan Anti Bully di Kampus II UKI Toraja, _Camping_ di Puncak Lolai, Pong Torra (Negeri diatas awan) sekaligus Deklarasi Agen Toleransi Nusantara 2018, Eksplorasi Budaya Masyarakat di Sanggala, dan _Field Trip_ di objek wisata _Baby Grave_ dan Kete’ Kesu.

Kegiatan ini diikuti 29 delegasi perwakilan se-Indonesia.

Salah satunya Moh. Syahril mahasiswa Universitas Borneo Tarakan-Kalimantan Utara mengatakan, pengalaman pertama mengunjungi daerah Tana Toraja dan berjumpa dengan kawan-kawan perwakilan se Indonesia.

“Kamk dipertemukan di Toraja Youth Camp 2018 dengan konsep kegiatan yang luar biasa dan sesuai dengan isu yang akhir-akhir ini marak terjadi yaitu toleransi. Saatnya sebagai pemuda Indonesia dan pemimpin masa depan bangsa harus turut andil dalam menyikapi masalah tersebut demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” ujarnya.

Project Leader Toraja Youth Camp 2018, Yoel Sura menjelaskan, konsep kegiatan camp dan trip ini mendiskusikan berbagai isu, termasuk toleransi yang dikemas lebih mudah dan santai.

“Disini kami memperkenalkan adat dan budaya Tana Toraja yang juga sebagai daerah yang memiliki toleransi yang sangat baik dan harmonis sehingga masyarakat bisa hidup aman dan damai,” terangnya.

“Saya mewakili rekan-rekan panitia memohon maaf kepada delagasi perwakilan se-Indonesia yang mengikuti Toraja Youth Camp 2018 ini, apabila banyak kesalahan dan kekurang dalam acara kami,” tambahnya.

“Semoga tahun depan Toraja Youth Camp terlaksana dan menjadi wadah dalam berdiskusi seputar isu yang hangat dan menjawab tantangan dengan karya dan pengabdian agar Indonesia tetap aman, damai dan tentram ditangan pemuda Indonesia. Kalau bukan kita siapa lagi,” harap Co-Founder Kawan Bangsa ini.(*)

Tinggalkan Balasan