Hanya Setahun, Santri Putra Ponpes Hj Haniah Maros Sudah Hafal Alquran

oleh

Laporan : Suci Muslimah
Tim redaksi Website Pesantren

BERITA-SULSEL.COM – Masjid, kelas, dan teras rumah pembina tahfiz telah menjadi saksi perjuangan hafiz di Pondok Pesantren Hj Haniah, Maros.

“Mengapa warna selempang biru? Biru itu melambangkan langit,” ungkap ustaz Qadri, pembina tahfiz saat ditanyai makna warna selempang.

“Penghafal tidak terkenal di bumi tetapi terkenal di langit,” ustaz Qadri, guru tahfiz mengungkapkan salah satu hadis keutamaan seorang hafiz.

Pimpinan pondok, AG. Abd Salam, S.Pdi., Muhammad Idris, S.Ag., M.Pdi. sebagai kepala Mts,  kepala MA yaitu Idris Abdulrahman, Lc., Hamzah Ahmad, S.Ag, MA. yang mewakili Ketua Yayasan Ponpes Hj. Haniah, Dr. Muh Rasyid, M. Pd. sebagai wakil dari Kementrian Agama Maros serta perwakilan Bupati Maros   telah memberikan restu kepada 76 Hafiz.

55 santri putri dan  21 santri putra, yang diwisuda pada siang hari, Ahad 6 Mei 2018. Bertempat di Pondok Pesantren Hj. Haniah, desa Bontotallasa, kecamatan Simbang, kabupaten Maros.

Wisuda tahfiz merupakan rangkaian dari Penamatan Santriwan dan Santriwati Ponpes Hj. Haniah Angkatan X tahun 2018.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada pukul 09.00 WITA. Diisi dengan selawatan, nasyid, ceramah 3 bahasa  yakni; bahasa Arab, Inggris dan Indonesia, serta bela diri.

Seorang hafiz 15 juz, Muh. Annas Syam dinobatkan sebagai wisudawan hafiz terbaik.

“Alhamdulillah sekarang dia telah meraih  hafalan tertinggi, di antara alumni sebelumnya. Alumni yang pernah menghafal  di Ponpes Hj. Haniah,” ungkap ustaz Irfan, guru tahfiz dan alumni Ponpes Hj. Haniah.

Annas memilih program khusus atau takhossus dalam bahasa Arab. Program ini dominan mempelajari tahfiz. Bagi santri yang mengambil program ini akan menghadapkan hafalannya setiap hari.

“Takhossus merupakan program sekolah. Dulu tidak ada tahfiz khusus. Tetapi banyak santri yang minat menghafal. Makanya dibuka tahfiz khusus,” jelas ustaz Qadri, hafiz 30 juz.

Sedangkan program tahfiz reguler merupakan program pendalaman tahfiz dan tetap menyelami pendidikan sekolah. Jadwal menghadap ke pembina hanya 1 kali dalam sepekan.

Muhammad Khaidir merupakan santri kelas 8 Mts Ponpes Hj. Haniah yang mengikuti program tahfiz reguler.

“Hafiz terbaik, tercepat, terlancar diberikan kepadanya. Selain penampilannya yang memukau, Khaidir juga mampu mengalahkan santri lainnya. Dibuktikan dengan meraih juara 1 umum di sekolah,” pungkas ustazah Yusriah, guru fikih dan istri dari ustaz Qadri.

Tinggalkan Balasan