Laboratorium Kebidanan FKM UMI Berbasis Rumah Sakit

oleh
Mahasiswa Prodi Kebidanan FKM UMI

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Teori tanpa praktikum bagai nyawa tanpa badan. Pada tahap awal pembelajaran mahasiswa dituntut untuk bisa memahami teori kemudian menguasai dalam pelaksanaan secara nyata dengan melalui praktikum.

Pratikum ini dilakukan di laboratorium atau tempat tertentu yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan (penyelidikan dan sebagainya).

Program Studi (Prodi) perguruan tinggi khususnya bidang kesehatan dituntut memiliki laboratorium yang memiliki fasilitas memadai untuk menunjang proses belajar mahasiswa. Hal ini yang dijawab oleh Prodi D3 Kebidanan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI).

Bahkan laboratorium yang dimiliki Prodi D3 Kebidanan FKM UMI berbasis rumah sakit mini. Dimana dilengkapi peralatan lengkap serta didesain seperti kondisi rumah sakit. Sehingga, mahasiswa yang akan melakukan praktik akan terbiasa.

“Laboratorium Kebidanan FKM UMI berasa rumah sakit,” demikian disampaikan salah satu mahasiswa Kebidanan FKM UMI, Misnawati saat dihubungi, Jumat (11/5/2018).

Diketahui, Prodi DIII Kebidanan FKM UMI memiliki fasilitas lengkap untuk mendukung proses akademik mahasiswa. Khusus laboratorium, memiliki peralatan terlengkap untuk universitas swasta di kawasan Indonesia Timur.

“Kami punya 11 laboratorium, sehingga mahasiswa kami tak perlu lagi keluar kampus untuk melakukan praktek yang berbasis lab,” ujar Sekertaris Prodi DIII Kebidanan FKM UMI, Suchi Avnalurini Shariff, beberapa waktu lalu.

11 Laboratorium tersebut terdiri Laboratorium Objective Structure Clinical Examination (OSCE), Laboratorium Keterampilan Dasar Praktik Klinik (KDPK), Laboratorium Ante Natal Care (ANC), Laboratorium Intra Natal Care (INC), Laboratorium Post Natal Care (PNC), Laboratorium Neonatus, bayi dan anak balita,

Selanjutnya, Laboratorium Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Laboratorium Patologi Kebidanan, Laboratorium Kebidanan Komunitas, Laboratorium Komputer dan Laboratorium Bahasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *