Berendam Air Panas Saat Hamil, Berbahayakah?

oleh
Berendam Air Panas Saat Hamil, Berbahayakah?

BERITA-SULSEL.COM – Setiap wanita memiliki hal-hal tersendiri yang bisa membuat mereka merasa nyaman. Salah satu dari hal tersebut, umumnya adalah mandi atau berendam air panas, setelah lelahnya hidup seharian penuh.

Beberapa dari Anda tentu mengakui, bahwa mandi dan berendam air panas memiliki kenikmatan sendiri. Hal ini bisa membuat otot-otot tubuh yang tegang dan kaku menjadi kembali relaks dan lemas, terutama pada area punggung, tangan, dan kaki. Tidur setelah berendam di dalam air panas juga seringkali terasa lebih lelap dan nyenyak.

Namun, di kala hamil, mungkin ada baiknya Anda mempertimbangkan kembali kebiasaan berendam di air panas. Pasalnya, kegiatan ini memiliki risiko tersendiri terhadap keselamatan janin yang Anda kandung. Apa bahaya dari berendam air panas saat hamil? Dan apa alasannya hal ini berbahaya? Untuk menjawabnya, mari simak penjelasan lengkap berikut ini!

Berbahayakah berendam air panas saat hamil?
Ya, berendam air panas saat hamil memang memiliki risiko tersendiri. Pasalnya, hal ini bisa membahayakan perkembangan janin Anda, terutama pada minggu-minggu pertama kehamilan saat organ-organ tubuhnya mulai membentuk. Hal ini karena berendam air panas dapat memicu terjadinya Hypertermia, yaitu suatu kondisi di mana Anda mengalami kenaikan suhu tubuh hingga di atas normal (di atas 37 derajat Celcius). Hypertermia yang terjadi pada minggu-minggu pertama kehamilan berhubungan erat dengan Neural tube defects pada bayi.

Neural tube defects merupakan suatu jenis kelainan di saat lahir, yang muncul saat bagian otak, tulang belakang, atau tulang dan kulit yang melindungi bayi tidak berkembang secara sempurna. Jika hal ini terjadi, bayi Anda bisa saja lahir dengan kerusakan syaraf atau menderita Anenchepaly, yaitu suatu kondisi di mana bayi lahir dengan otak dan tulang belakang yang hanya terbentuk sebagian (tidak lengkap). Kondisi ini tentunya akan fatal bagi bayi Anda.

Apakah berendam air panas benar-benar tak bisa dilakukan saat hamil?
Sejatinya, para ahli tidak melarang berendam air panas saat hamil atau menggunakan sauna. Namun, tentu ada aturan-aturan tersendiri yang harus dipatuhi. Pertama, air yang digunakan untuk berendam tidak boleh terlalu panas. Anda bisa mengecek suhu air dengan memasukkan salah satu tangan terlebih dahulu. Jangan lupa untuk juga meminta pendapat orang lain tentang apakah suhu air terlalu panas atau tidak. Pasalnya, tiap orang memiliki standar yang berbeda-beda dalam hal ini. Jika Anda memiliki alat pengukur, pastikan suhu air tidak melebihi 36 derajat Celcius. Ingatlah, bahwa berendam selama 10 menit atau lebih saja sudah bisa menaikkan temperatur tubuh Anda hingga 38 derajat Celcius.

Kedua, Anda juga tidak boleh berendam terlalu lama di dalam air panas atau hangat. The American Academy of Pediatrics, suatu komunitas yang meneliti tentang pantangan dan anjuran selama kehamilan, serta The American College of Obstetricians and Gynecologist, merekomendasikan Anda untuk berendam air panas tidak lebih dari 10 menit.

Sementara untuk penggunaan sauna, waktu yang dianjurkan adalah 15 menit. Ketiga, ketika tengah berendam, Anda bisa duduk dengan tangan dan dada berada di atas permukaan air. Hal ini akan menghindari suhu tubuh Anda naik terlalu tinggi. Selain itu, segeralah keluar dari bak mandi jika Anda mulai merasa berkeringat. Ingat pula untuk tidak berendam air panas jika Anda sedang menderita demam, untuk menghindari suhu tubuh bertambah naik.

Harus diingat, bahwa berkonsultasi kepada dokter kandungan mengenai apa yang bisa dan tidak bisa Anda lakukan selama kehamilan itu penting. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin tidak akan merekomendasikan berendam air panas saat hamil jika Anda menderita pendarahan pada vagina atau pecahnya air ketuban.

Nah, itu dia serba-serbi bahaya dari berendam air panas saat hamil. Semoga bermanfaat!

Konsultasi dokter kini bisa lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasinya Go Dok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *