Kenalkan Inovasi Pendidikan Gowa Dihadapan IKA FKIP Unismuh

oleh

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan memperkenalkan sistem pendidikan dihadapan para Ikatan Keluarga dan Alumni (IKA) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan.

Hal itu diungkapkan ketika menjadi pemateri dalam kegiatan Sarasehan Pendidikan yang digelar oleh IKA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar yang bertema kebijakan pendidikan pemerintah provinsi dan kabupaten di Era revolusi Industri.

Menurutnya pendidikan merupakan masa depan suatu daerah, karena pengembangan SDM dari segi pendidikan baru terlihat 15-20 tahun kedepan.

“Berbicara masalah pendidikan berarti kita bicara masa depan daerah, di sulsel sendiri hanya Kabupaten Gowa yang eksis mengembangkan pendidikan mulai dari cetusan pendidikan gratis itu hanyalah Kabupaten Gowa dan saya sekarang tetap komitmen melanjutkan pengembangan pendidikab itu,” ungkap Adnan.

Selain itu, Adnan juga membeberkan pengembangan pendidikan mulai dari cetusan pendidikan gratis hingga inovasi pendidikan SKTB dan Imtaq Indonesia itu hanyalah Kabupaten Gowa.

“Saya sekarang tetap komitmen melanjutkan pengembangan pendidikan yang telah dikembangkan oleh pemerintah Gowa sebelumnya. Bagi saya, pendidikan itu bukan membentuk tapi menumbuhkan. Pendidikan itu saya ibaratkan sebagai biji,” ujarnya.

“Biji sehebat apapun kualitasnya belum bisa dikatakan tumbuh jika dia tetap masih dalam bentuk biji sebab belum keluar batang daun dan buah atau bunga,” jelasnya.

“Makanya biji itu harus ditanam di tempat yang subur. Kalau pun kita tanam biji itu di tanah tapi tidak subur maka hasil tanaman yang diproduksinya tidak akan berkualitas,” tambahnya.

Tak hanya itu, Bupati Adnan yang didampingi Kadis Pendidikan Gowa, Salam, juga membahas kemungkinan akan dimarakkannya kembali dolanan atau permainan anak-anak di masa dulu seperti addende-dende, abboi, enggo, asing-asing, lambasena dan lainnya.

“Permainan yang sarat budaya lokal ini sangat bagus dikembangkan. Ini bisa menjadi satu edukasi bagi anak-anak kita untuk pengembangan karakter di usia dini,” tuturnya.

Hal ini sama dengan program Imtaq Indonesa dengan menggantikan Calistung (baca tulis berhitung) pada kelas 1 dan 2 dengan mapel pembentukan karakter.

“Inilah revolusi pendidikan yang dibentuk Pemkab Gowa mulai pada anak-anak usia 0-8 tahun itu,” pungkas Adnan.

Sarasehan pendidikan tersebut dipandu Wakil Rektor II Unismuh, Andi Sukri Syamsuri ini selaku moderator dan hadir pula pemateri lainnya yakni Kadis Pendidikan Sulsel, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar.

Selain sarasehan, Adnan melakukan penandatanagan MoU bersama FKIP Unismuh terkait penyelenggaran pendidikan yang bermutu bagi peserta didik dalam rangka menunjang peningkatan kualitas proses pembelajaran. (an).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *