Hati-hati Penggiringan Opini Unggul Survei, Punya Modus Tertentu

oleh

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Kubu Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) dan Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman (NA-ASS) kini terlibat saling klaim survei. Anehnya, setelah saling klaim, mereka melempar wacana diserang black campaign.

Begitu juga kubu NH-Aziz menghembuskan isu hanya kecurangan yang bisa mengalahkannya, lalu terkesan memaksakan pernyataan pihak tertentu. Seperti diduga memplintir pernyataan HM Roem yang membantah tegas tak pernah mengeluarkan kata-kata seperti yang dirilis kubu pasangan ini.

Entah apa maksudnya. Tapi pola yang dilakukan patut diwaspadai. Jangan sampai sengaja menghembuskan isu unggul survei untuk leluasa menunjuk pihak lain akan melakukan kecurangan, lalu mereka seolah “bersih”.

Apalagi jika benar isu kalau ada yang berusaha ingin menghalalkan segala cara, seperti ingin menggandakan kertas suara. Termasuk dugaan Politisasi program pemerintah, seperti bantuan pertanian. Maupun melakukan pertemuan sembunyi-sembunyi dengan oknum penyelenggara.

Indikasi ini bisa saja semakin menguat. Apalagi mereka selama beberapa hari terus mengarahkan pembentukan opini unggul survei, sekalipun lembaga yang diklaimnya sudah ketahuan afiliasi dan rekam jejaknya.

“Pasti ada sesuatu kalau sampai berani menggiring opini hanya kecurangan yang bisa mengalahkan. Mereka kesannya menuding orang lain berbuat curang, baru seolah-olah dia bersih. Ini mainan lama yang patut diwaspadai,” terang Ketua Kohati HMI Takalar, Yuliana.

Ia justru mencurigai, jangan sampai yang berteriak-teriak menuding pihak tertentu curang, baru mereka ingin menjalankan skenario “busuk”. Apalagi kalau pernyataannya sudah tergolong sangat sombong dan arogan.

“Kalau mengklaim hanya kecurangan yang bisa mengalahkan, itu sama halnya mendahului kehendak Tuhan. Ini pernyataan sangat tendensius dan takabbur,” tegasnya.

Pihaknya meminta, mereka yang punya rekam jejak masa lalu yang sering mempermalukan rakyat Sulsel, harusnya mendapat pengawasan. Termasuk ke mereka yang punya akses kekuasaan di pusat, seperti ingin mempolitisasi program.

“Saya percaya, pemilih di Sulsel sudah pintar, mana calon pemimpin yang piawai bohong, korupsi, dan mana yang benar-benar komitmen memajukan Sulsel,” pungkasnya.##

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *