Penerima Raskin “Subur” , Wakil DPRD Bone Sindir Penghargaan Pemerintah

oleh
BONE, BERITA-SULSEL.COM –– Didatangi oleh sejumlah Kepala Desa yang curhat tentang polemik raskin yang kini disebut rastra, Wakil Ketua DPRD Bone, Andi Samsidar, menerima sendiri aspirasi tersebut di kantor DPRD Bone, Senin (28/5/18).
Kepala Desa Tocina, Ilham, mengatakan sudah sering mengusulkan data warga miskin untuk menerima bantuan rastra, namun dari tahun ke tahun data tersebut tidak berubah, hingga menimbulkan ketidakpercayaan warga pada Kadesnya.
“Masalahnya verifikasi tapi data tidak berubah, masyarakat dibawah sudah trauma dengan validasi, biarpun orangnya sudah meninggal tapi masih terdata. Kami malu sendiri di desa karena data yang kami sodorkan tidak diterima justru data lama yang orangnya sudah meninggal masih terdata di pusat” keluh Ilham.
Samsidar turut menyayangkan hal ini dan mengatakan kalau ini adalah faktor kemalasan pihak pendata apalagi jika saat mendata tidak melibatkan Kades yang tahu betul kondisi warganya.
“BPS biasanya hanya mengkopi paste akhirnya kacau” ujarnya.
Samsidar pun meminta agar para Kades bertegas menolak rastra jika hanya menimbulkan polemik, dan menurutnya ada banyak jalan untuk bisa membantu warga miskin.
“Kita kan ada ADD, tolak saja itu rastra, atau budayakan sedekah, misalnya rumah warga miskin digantungi ember, nanti atas kesadaran warga bisa bersedekah walaupun itu hanya sekaleng susu misalnya” lanjutnya.
Legislator Gerindra ini prihatin dengan masih banyaknya warga miskin padahal Bone kerap dapat penghargaan, termasuk penghargaan Ketahanan Pangan.
“Tidak sinkron sebenarnya, kita dapat penghargaan ketahanan pangan tapi banyak penerima raskin, berarti belum makmur dong” ungkapnya.
Selanjutnya, para Kades rencana akan dipertemukan dengan instansi terkait melalui rapat komisi. Samsidar juga meminta para Kades menolak pendataan jika yang mendata bukan dari Desa masing-masing. (eka)

Tinggalkan Balasan