Siswa SMA Athirah Bukit Baruga Ikuti “Athirah Jelajah Ramadan”

oleh

Ilmaddin Husain SPd

Guru SMA Islam Athirah Bukit Baruga

Melaporkan dari Makassar

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga mengikuti Pesantren Ramadan yang bertajuk “Athirah Jelajah Ramadan (AJR)” di Mushala SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Jalan Raya Baruga, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (31/5/2018).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Ibnu Hajar SPd, wakasek kurikulum Dr Bakry, wakasek sarana prasarana Hadiwijaya ST, dan pengurus Badan Musyawarah Jamiah (BMJ). Hadir sejumlah guru diantaranya Dra Salmiaty, Abdul Azis SPd, Dra Remiza, Musdaliva SSos MSi, Masruroh SPd, Irmaningsih SPd, Bachtiar SPd MM, Isti Fatimah SPd, Abdillah SPd, Sumardi SPdI Lc, Muh. Arsyad MPd, Darwis SE, Lisa Marlisa SPd, Ummul SPd, Andi Muharram Nur SPdI, dan Bakhtiar SPd. Hadir pula pengurus OSIS dan siswa-siswi SMA Islam Athirah Bukit Baruga.

Pemateri Pesantren Ramadan diantaranya Achmad Rahlim SPdI MPd, Rachmat Badani Lc MA, dan Abdul Munawwir Lc. Pesantren Ramadan ini digelar selama 2 hari sejak Rabu (30/5/2018).

Di hari pertama, materi AJR yaitu penguatan tauhid dan praktik shalat. Kegiatan dimulai sejak pagi hingga usai shalat zuhur. Di hari kedua, materi AJR yaitu keutamaan puasa Ramadan, pemutaran film religi, simakan hafalan Alquran, ceramah agama, dan bakti sosial.

Wakil kepala sekolah bidang keagamaan dan kesiswaan, Wardah SPd mengatakan, kegiatan Pesantren Ramadan yang bertajuk AJR ini diharapkan dapat memotivasi siswa menertibkan shalat 5 waktu.

“Semoga siswa bisa menunjukkan perilaku yang islami. Utamanya kesadaran shalat mereka,” ujar Wardah.

Pihak sekolah berbuka puasa bersama anak yatim piatu dari Panti Asuhan Cendekia. Kegiatan ditutup dengan Shalat Isya berjamaah dan pemberian sedekah.

Urgensi AJR, lanjut Wardah, sebagai momentum untuk menyegarkan pengetahuan serta aplikasi ilmu agama para siswa.

“Waktu pelaksanaan kegiatan di Bulan Ramadan, sehingga diharapkan semangat siswa-siswi dalam beribadah bisa meningkat. Termasuk untuk membina mental siswa, khususnya mengasah kepekaan sosial,” ungkap Wardah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *