Cegah Tangkal Rubella, Pemda Gowa akan Imunisasi 208.925 Anak 

oleh

GOWA, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Dinas Kesehatan setempat akan melakukan imunisasi measles rubella Agustus mendatang.

Tahap awal imunisasi rubella dilakukan ditingkat pelajar mulai dari murid TK, SD hingga siswa SMP dan SMA. Sedangkan untuk tahap kedua, akan  dilakukan pada bulan berikutnya yakni September dengan sasaran anak balita mulai usia 0-9 bulan di posyandu-posyandu masing-masing wilayah.

Terkait rencana pelaksanaan imunisasi kekebalan tubuh ini,  Dinas Kesehatan Sulsel bekerjasama Dinas Kesehatan Gowa melakukan pertemuan advokasi dan sosialisasi Measles Rubella dengan menghadirkan 108 peserta dari lintas sektoral mulai Camat, Kepala KUA, para Korwil Disdik, Kepala Puskesmas, Ormas, tokoh masyarakat dan stakeholder lainnya kemarin.

Advokasi dan sosialisasi ini dibuka Sekretaris Kabupaten Gowa, Muchlis. Muchlis mengatakan, kegiatan seperti ini memang sangat penting, sehingga secara pribadi dirinya pun sangat mendukung kegiatan itu. “Ini penting dan ini sebagai salah satu dukungan Pemkab Gowa dalam mendorong dan mendongkrak kesehatan kita,” katanya.

Muchlis berharap, dengan adanya kegiatan ini Sulsel bisa mengulang kesuksesan Gowa yang kemarin.

“Program nasional saja bisa kita pertahankan apalagi keberhasilan insya allah bisa terulang, ” kata Muchlis.

Sekkab pun berharap para peserta sosialisasi harus membantu pemerintah dalam mensosialisasikan Measles Rubella ini agar masyarakat paham dan mau mengimunisasi anak-anaknya.

Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin

mengatakan, measles rubella

Ini merupakan suatu penyakit yang bisa dicegah dengan cara imuniasasi. Tujuan dilakukannya imunisasi rubella ini untuk mencegah penyakit campak. Dan untuk kawasan Indonesia timur baru kali ini dilakukan setelah kawasan barat (pulau Jawa) dilakukan.

“Imunisasi ini untuk anak-anak mulai 9 bulan sampai 15 tahun. Jadi bulan Agustus itu kita mulai dulu di sekolahan dan September kita lakukan di posyandu-posyandu. Ini program nasional. Dan fase pertama di pulau Jawa dan fase kedua di luar pulau Jawa,” kata dr Hasanuddin.

Di Gowa, kata dr Hasanuddin, imunisasi campak telah rutin dilakukan pada usia balita. ” Rata-rata kan pada usia 0-9 bulan itu sudah lengkap imunisasinya. Sekarang ditambah lagi imunisasi rubella ini. Tapi imunisasi yang ini bukan ditetesi tapi disuntik,” jelas kadis.

Advokasi ini ditandai penandatanganan komitmen Rubella bersama 18 camat. Komitmen ini untuk menuntaskan target imunisasi terhadap 208.925 anak masing-masing per kecamatan bertarget yakni Somba Opu 41.183 anak, Pallangga 36.132 anak, Barombong 12.242 anak, Bajeng 24,654 anak, Bajeng Barat 5.909 anak, Bontonompo 9.110 anak, Bontonompo Selatan 10.957 anak, Bontomarannu 7.137 anak, Pattallassang 8.127 anak, Parangloe 5.356 anak, Parigi 3.973 anak, Tinggimoncong 6.859 anak, Tombolo Pao 9.078 anak, Manuju 3.883 anak, Bontolempangan 3.086 anak, Biringbulu 9.989 anak, Tompobulu 6.443 anak dan Bungaya 4.807 anak. (an)

Tinggalkan Balasan