Mentalitas Gila, Antar Kroasia ke Final Piala Dunia 2018

oleh
Mentalitas Gila, Antar Kroasia ke Final Piala Dunia 2018

BERITA-SULSEL.COM – Setelah berjuang habis-habisan dalam sebulan terakhir, Kroasia berhasil melangkah ke final Piala Dunia 2018 Rusia setelah menaklukkan Inggris 2-1 di semifinal.

Perjalanan Kroasia di Piala Dunia bisa dibilang cukup unik. Kamis 12 Juli 2018 jadi hari paling bersejarah bagi negara Kroasia.

Tak ada yang menduga Kroasia bisa menghajar Argentina dan memuncaki klasemen grup. Di fase gugur, mereka juga harus bermain lebih dari 90 menit. Dua adu penalti sudah mereka menangkan.

Dimulai dari babak 16 besar, kontra Denmark, Kroasia hanya bisa bermain imbang 1-1 selama 120 menit dan menang adu penalti. Masuk ke delapan besar, Kroasia vs Rusia bermain imbang 2-2 selama 120 menit, Ivan Rakitic menjadi pahlawan adu penalti.

Terakhir melawan Inggris di semifinal dini hari tadi, kedua tim hanya bermain 1-1 selama 90 menit. Beruntung gol Mandzukic di babak tambahan berhasil mengakhiri pertandingan di menit ke-120, tanpa adu penalti.

Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic sendiri mengaku terheran-heran melihat daya juang para pemainnya. Dia tak menduga Kroasia bisa bertarung sebaik ini di Piala Dunia, setiap pemain hanya ingin turun ke lapangan dan membantu negaranya.

“Luar biasa apa yang dilakukan para pemain kami hari ini, kekuatan yang mereka tampilkan, stamina, level energi. Saya ingin menarik keluar pemain tapi tak ada satu pun yang mau ditarik keluar, semua pemain terus mengatakan ‘saya siap, saya bisa terus berlari’,” kata Dalic di laman resmi FIFA.

“Beberapa pemain harus bertanding dengan cedera minor yang mungkin menyebabkan mereka tak bisa bermain di laga-laga pada umumnya. Dua pemain betanding hanya dengan separuh kekuatan kakinya, tapi mereka tidak menunjukkan itu!”

Lebih lanjut, meski sudah melakoni dua babak perpanjangan waktu yang melelahkan, tidak ada satu pun pemain Kroasia yang menyerah. Mereka tak peduli jika harus bermain sampai perpanjangan waktu, karakter Kroasia memang luar biasa.

“Tidak ada yang menyerah ketika saya mempersiapkan sebelas pemain awal, tidak ada yang mengatakan mereka tidak ingin bermain di babak tambahan.”

“Tidak ada yang ingin diganti dan hal ini menujukkan karakter mereka yang membuat saya bangga. Tidak ada yang menyerah,” tandas dia.

Tinggalkan Balasan