Satu Dapil Hilang, Hanura Bone Akui Lebih Gentle Dibanding Partai Lain

oleh
BONE, BERITA-SULSEL.COM — Gagal mendapatkan figur perempuan yang mampu ikut dalam pertarungan Pileg 2019, Hanura harus pasrah kehilangan satu dapil karena tak mampu memenuhi kuota 30 persen sesuai aturan KPU.
Sekertaris Hanura, Rismono Halim, mengaku lebih gentle karena langsung mengakui partainya tak mampu memenuhi kuota perempuan.
“Kami gentle mengakui tidak mampu penuhi kuota perempuan, belum tentu partai lain juga mampu, kan belum verifikasi, daripada ujung-ujungnya mundur, kami cari perempuan bukan hanya pemenuhan kuota tapi yang punya keinginan berpolitik” terang Rismono.
Kehilangan dapil II tak membuat Hanura pesimis, target 4 kursi dari hanya 2 kursi yang mampu diperoleh sebelumnya diyakini akan tercapai.
Hanura pun banyak melibatkan politisi muda untuk maju di 4 dapil, sebab menurut Rismono saat ini kaum muda lebih banyak basis, walaupun ketokohan dalam sebuah partai masih diperhitungkan.
Andi Harianto, mantan anggota DPRD Bone sekaligus mantan sekertaris PAN dan Camat Kahu, H Ibrahim, termasuk tokoh yang diunggulkan Hanura.
“Dikembalikan ke masyarakat menilai apa kontribusinya, jangan hanya melihat nama orangtua, masyarakat sekarang sudah pintar apalagi ada pengalaman kotak kosong” ujar Rismono. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *