Viral di Medsos, RSUD Tenriawaru Bone Bantah “Sandera” Bayi

oleh
BONE, BERITA-SULSEL.COM — Diposting ke media sosial facebook oleh Ketua LSM Latenritatta, Mukhawas, tentang seorang bayi yang disandera karena kedua orangtuanya tidak memiliki biaya untuk membayar biaya RS, langsung viral dan mendapat tanggapan beragam dari netizen bahkan ada yang sudah menyumbang untuk biaya RS bayi malang tersebut.
Dalam postingannya, Sabtu (21/7/18) siang, Mukhawas mengatakan bahwa bayi tersebut berasal dari keluarga yang kurang mampu dan diharuskan membayar biaya RS sekitar Rp 3 juta. Mukhawas sendiri sudah menggalang dana untuk menebus biaya RS sang bayi.
“Antara disandera dengan tidak disandera karena harus di bayar itu, baru yang menyakitkan dia bilang ke orangtuanya bayi ‘kenapa memang kamu hamili kalau tidak bisa tanggungjawab’, itu yang bilang pak Ramli langsung, saya dengar” kesal Mukhawas, saat dikonfirmasi via ponsel.
Humas RSUD Tenriawaru Bone, Ramli, membantah keras adanya penyanderaan bayi juga tentang pernyataan kepada orangtua bayi. Menurutnya, bayi itu belum keluar karena masih dalam inkubator. Berat bayi hanya berkisar 1,6 kilogram saat dilahirkan ibunya melalui operasi sesar.
“Teroris ji itu yang menyandera, tidak betul itu, saya sudah sampaikan ke orangtuanya berapa saja uangnya nanti sisanya bisa dicicil, cuma memang itu bayi belum sehat” bantah Ramli.
Ramli menambahkan bahwa pihak RS akan memberikan perawatan terhadap bayi tersebut hingga benar-benar sehat dan boleh dibawa pulang oleh keluarga walaupun uang mereka tidak mencukupi biaya yang seharusnya dibayarkan. (eka)

Tinggalkan Balasan