Pemkab Bantaeng Gelar Workshop Peningkatan Kreativitas dan Inovasi Pelayanan Publik 

oleh
Laporan : Ilmaddin Husain
Peserta Workshop dari Bantaeng
BANTAENG, BERITA-SULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Bantaeng bekerjasama dengan Motivasi Indonesia (MI) menggelar workshop peningkatan kreativitas dan inovasi pelayanan publik bagi aparatur negara dan swasta (private) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Workshop yang bertema “Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi Pelayanan Publik” ini diikuti pejabat Kementerian Kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hadir pula pengusaha dari Tangerang Selatan, Solo, dan Makassar.
Pemateri yang juga motivator, Hamry Gusman Zakaria dalam workshop menyampaikan 5 jurus meningkatkan kreativitas dan pelayanan publik.
“Jurus pertama, kita harus memiliki visi yang besar,” kata Hamry Gusman Zakaria di Pantai Marina, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Jumat (3/8/2018).
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantaeng Subhan dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Asri Sahrun.
Hamry mengutarakan, workshop yang digelar di salah satu kabupaten terbaik di Indonesia ini ditujukan untuk aparatur negara dan swasta. Tujuannya untuk memancing mereka lebih bergairah dan mengembangkan kreativitas.
“Mereka antusias dan semangat karena telah belajar dari Pemkab Bantaeng bahwa inovasi itu didasari jiwa pengabdian dan semangat melayani kepada masyarakat,” kata Hamry yang juga narasumber Lemhannas bidang revolusi mental ini.
Jurus kedua, kata Hamry, pejabat publik perlu memiliki integritas. Ada kesamaan antara ucapan, perbuatan, dan tindakan.
“Ketiga, pejabat perlu memiliki jiwa melayani (gotong royong) dan mempunyai integritas tinggi. Keempat, pelayan masyarakat harus miliki etos kerja yang tinggi. Kelima, berani mengambil keputusan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Asri Sahrun mengatakan, forum workshop dan kunjungan lapangan ini merupakan ajang berbagi (sharing).
“Banyak nilai-nilai positif yang bisa kami dapatkan dari teman-teman. Sebaliknya, hal-hal baik di Bantaeng, kita harapkan bisa dipraktikkan di daerah lain,” ungkapnya.
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Bantaeng, sambung Asri, didorong menggerakkan kemajuan yang bersifat inovatif.
“Kita berharap pemerintah hadir di tengah masyarakat. Ketika masyarakat butuh, ada pemerintah,” ujarnya.
Peserta sebanyak 23 orang mengikuti kunjungan lapangan di Bantaeng mulai 1-3 Agustus 2018.
Peserta workshop pada hari pertama, melakukan kunjungan lapangan Kantor Bupati Bantaeng, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr Anwar Makkatutu, Kantor Brigade Siaga Bencana (BSB), dan taman mini showfarm Uluere.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *